Menjaga Kesehatan Tubuh


Hai, Sobat Pio! Kesehatan adalah aset yang sangat berharga dalam kehidupan setiap individu. Tanpa kesehatan yang baik, segala hal lain seperti karir, hubungan sosial, dan pencapaian pribadi tidak akan dapat dinikmati sepenuhnya. Penting bagi setiap orang untuk mengutamakan kesehatan mereka dengan berbagai cara yang tepat dan berkelanjutan.

Gizi seimbang, makanan adalah bahan bakar bagi tubuh kita. Konsumsilah makanan yang seimbang dari berbagai kelompok makanan, termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein nabati, dan hewani. Hindari makanan yang tinggi lemak jenuh, gula, dan garam berlebihan. Pastikan untuk minum cukup air setiap hari untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Olahraga Teratur, aktivitas fisik yang teratur sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung, meningkatkan sirkulasi darah, dan memperkuat otot-otot. Setidaknya 30 menit hingga satu jam setiap hari untuk berjalan kaki, berlari, bersepeda, atau aktivitas lainnya dapat memberikan manfaat yang besar bagi tubuh dan pikiran. Istirahat cukup, tidur yang cukup adalah bagian penting dari menjaga kesehatan. Saat tidur, tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan dan memperbaiki dirinya sendiri. Usahakan untuk tidur selama 7-9 jam setiap malam untuk memastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup.

Mengelola stres, stres dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental. Temukan cara untuk mengelola stres seperti meditasi, yoga, atau hobi yang menyenangkan. Berbicara dengan orang yang Anda percayai juga dapat membantu dalam mengurangi tingkat stres. Rutin Pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting untuk mendeteksi penyakit atau kondisi medis sedini mungkin. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan untuk menjaga kesehatan tubuh Anda secara optimal. Jaga Kebersihan diri, menjaga kebersihan diri, termasuk mencuci tangan secara teratur, dapat membantu mencegah penyebaran infeksi dan penyakit. Selalu praktikkan kebersihan yang baik, terutama saat sedang sakit atau berada di lingkungan yang berisiko tinggi.

Menjaga kesehatan tubuh adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidup yang lebih baik. Dengan mengadopsi gaya hidup sehat melalui pola makan yang baik, olahraga teratur, manajemen stres, dan perawatan diri yang tepat, anda dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Ingatlah bahwa kesehatan adalah hak Anda dan tanggung jawab Anda sendiri untuk merawatnya dengan baik.(RED_MVA)

Sumber : https://www.cnnindonesia.com

Anemia pada Remaja


Hai, Sobat Pio! Anemia adalah kondisi yang ditandai oleh kadar hemoglobin (Hb) dalam darah yang lebih rendah dari nilai normal. Apakah kalian tahu, kekurangan hemoglobin dapat menyebabkan berkurangnya suplai oksigen ke jaringan dan organ tubuh. Masalah anemia bukan hanya berlaku pada kelompok usia tertentu, tetapi juga di fase pertumbuhan dan perkembangan. Yuk simak artikel ini, yang akan membahas mengenai anemia pada remaja, beserta penyebab, gejala, dampak, beserta upaya penanganan dan pencegahannya.

Anemia pada remaja dapat disebabkan oleh berbahagia faktor, antara lain:

  1. Kekurangan Zat Besi, kekurangan zat besi adalah penyebab paling umum anemia pada remaja. Remaja yang mengalami masa pertumbuhan cepat dan perubahan hormon membutuhkan lebih banyak zat besi untuk mendukung produksi sel darah merah.
  2. Kekurangan Vitamin B12 dan Asam Folat, Kekurangan vitamin B12 atau asam folat dapat menyebabkan anemia megaloblastik, di mana sel darah merah menjadi besar dan tidak berfungsi dengan baik.
  3. Gangguan pada Kelenjar Tiroid, Gangguan Tiroid, dapat mempengaruhi produksi sel darah merah dan menyebabkan anemia.
  4. Pendarahan Menstruasi, Remaja perempuan yang mengalami menstruasi dengan perdarahan berat berisiko mengalami anemia akibat kehilangan darah yang berlebihan.
  5. Pola Makan yang Tidak Sehat, Pola makan yang tidak seimbang atau tidak mengandung nutrisi penting juga dapat menyebabkan kekurangan zat besi atau vitamin yang berkontribusi pada anemia.

Sobat Pio tahu nggak sih, Anemia dapat memiliki beragam gejala lo, dan gejala ini bisa berbeda pada setiap individu. Beberapa gejala umum yang dapat muncul pada remaja dengan anemia meliputi : Kelelahan dan lemas, kulit pucat, sesak napas, detak jantung cepat, pusing dan sakit kepala,  serta gangguan konsentrasi dan kognitif.

Yang harus kalian tahu, anemia remaja dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan dan kualitas hidup, termasuk pengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan, penurunan kinerja akademis, kurang energi dan produktivitas, gangguan mood dan juga kesejahteraan emosional.

Yang terakhir cara menangani atau mencegah Anemia pada remaja, yaitu:

  1. Konsultasi dengan Tenaga Medis : Jika Sobat Pio mengalami gejala anemia, segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut.
  2. Peningkatan Asupan Zat Besi dan Nutrisi : Meningkatkan konsumsi makanan yang kaya zat besi, seperti daging merah, sayuran berdaun hijau, dan biji-bijian, serta tambahkan juga makanan yang mengandung vitamin B12 dan asam folat, seperti telur, ikan, dan produk susu.
  3. Suplemen : Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan suplemen zat besi atau vitamin B12 dan asam folat untuk membantu mengatasi kekurangan nutrisi.
  4. Manajemen Perdarahan Menstruasi : Bagi remaja perempuan, manajemen perdarahan menstruasi yang berat sangat penting untuk mencegah anemia lo.
  5. Edukasi dan Kesadaran : Pendidikan tentang pentingnya gizi seimbang dan kesehatan bagi remaja serta kesadaran tentang anemia menjadi kunci dalam pencegahan anemia pada populasi ini.

Anemia pada remaja merupakan masalah kesehatan serius yang mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, serta kualitas hidup kita. Dengan meningkatkan kesadaran tentang anemia, pendekatan pencegahan yang tepat, dan penanganan medis yang baik, kita dapat membantu menjaga kesehatan generasi muda ini agar tumbuh dan berkembang dengan optimal. (RED_DEW)

Sumber : https://dinkes.jogjaprov.go.id

SKIZOFRENIA


Hai, Sobat Pio! Skizofrenia adalah sebuah penyakit yang berupa gangguan jiwa yang ditandai dengan lemahnya tanggapan emosi dan terganggunya proses berpikir. Penyakit ini memiliki gejala waham atau paranoia yang ganjil, cara berpikir yang kacau dan yang paling sering adalah halusinasi. Gejala gejala tersebut disertai dengan disfungsi sosial dan pekerjaan yang signifikan. Berawalnya gejala biasanya muncul pada usia remaja sampai dewasa. Prevalensinya sendiri sekitar 0,3% sampai 0,7%. Genetik, lingkungan awal, kondisi psikologis, serta neurologi adalah faktor yang dapat memperburuk gejala penderita skizofrenia. Beberapa jenis obat dan rekreasional juga dapat memperburuk gejala. Skizofrenia sendiri berasal dari istilah dari bahasa Yunani skhizein (σχίζειν) yang artinya “membelah” dan phrēn phren (φρήν, φρεν) yang berarti ingatan. Berbanding terbalik dari kosa katanya yakni “ingatan terbelah”, skizofrenia tidak sama seperti ingatan terbelah ataupun gangguan identitas disosiatif yang biasanya disebut gangguan kepribadian ganda atau bisa disebut kepribadian ganda. Dua kondisi tersebut sering tertukar penggunaan menurut persepsi masyarakat luas. Pengobatan paling ampuh atau paling efektif terhadap skizofrenia sendiri yakni dengan antipsikotik yang berfungsi menekan aktivitas dopamin dan tidak jarang juga menekan aktivitas serotonin. Tidak kalah penting, rehabilitasi vokasional dan psikoterapi juga merupakan salah satu pengobatan skizofrenia. Bagi kasus pengidap skizofrenia yang lebih serius, maka perlu dilakukan perawatan di rumah sakit walaupun singkat dan tidak terlalu sering. Skizofrenia sendiri juga memiliki 5 jenis. Jenis jenis skizofrenia tersebut sebagai berikut ;- Skizofrenia Paranoid yakni skizofrenia yang paling awam terjadi. Gejala skizofrenia ini yakni halusinasi dan waham yang akan memengaruhi bagaimana pengidap tersebut berinteraksi dengan orang disekitarnya.- Skizofrenia Hebefrenik yakni skizofrenia yang gejalanya akan merubah perilaku si penderita tidak teratur seperti menjadi kekanak kanakan dan seperti memiliki dunianya sendiri.- Skizofrenia Katatonik yakni skizofrenia yang memiliki gejala gaduh gelisah atau perilaku agresif akibat gangguan psikomotor. Gejala lain yakni diam dengan waktu yang lama dikarenakan penurunan psikomotor.- Skizofernia Residual yakni skizofrenia dengan tidak memiliki gejala. Penderita jenis ini akan mendapatkan diagnosa setelah menunjukkan salah satu dari gejala skizofrenia dan tanda ini menunjukkan penderita mulai sembuh dari penyakitnya – Skizofrenia Akut yakni skizofrenia mendadak yang memiliki gejala seperti skizofrenia pada umumnya dan tidak menutup kemungkinan muncul gejala yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain seperti mengamuk. (RED_RAY)

Sumber : id.m.wikipedia.org

KESEHATAN MENTAL


Hai, Sobat Pio! Apasih yang dimaksud dengan kesehatan mental itu? Kesehatan mental adalah keadaan di mana seseorang memiliki kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan perilaku mereka dengan seimbang dan sehat. Ini mencakup kemampuan untuk mengatasi stres, mengelola perasaan negatif, membangun hubungan sosial yang sehat, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan produktivitas dan kebahagiaan.

Bagaimana sih cara menjaga kesehatan mental kita agar tetap stabil? Untuk menjaga kesehatan mental, Kita dapat mengikuti beberapa langkah seperti:

  • Mengelola stres dengan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dalam-dalam.
  • Berkomunikasi secara terbuka dengan orang-orang terdekat tentang perasaan dan masalah.
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur untuk merangsang produksi endorfin.
  • Mendapatkan cukup tidur setiap malam.
  • Menghindari penggunaan zat-zat berbahaya seperti alkohol atau narkoba.
  • Mencari dukungan dari keluarga, teman sebaya, atau profesional kesehatan mental jika diperlukan.

Apa saja tanda-tanda masalah kesehatan mental? Tanda-tanda masalah kesehatan mental dapat bervariasi tergantung pada jenis gangguan yang dialami seseorang. Beberapa tanda-tanda umum termasuk:

  • Perubahan mood yang drastis atau tidak stabil
  • Kehilangan minat dalam aktivitas yang biasanya dinikmati
  • Gangguan tidur yang signifikan
  • Kesulitan berkonsentrasi atau membuat keputusan
  • Perasaan takut atau waswas yang berlebihan
  • Perasaan bersalah atau tidak layak secara berlebihan
  • Perasaan depresi atau kecemasan yang berlebihan. (RED_NLA)

Sumber: halodoc.com

KESEHATAN LINGKUNGAN


Hai, Sobat Pio! Tubuh yang sehat bisa didapatkan dari berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan yang bergizi, serta lingkungan sehat dan bersih. Lingkungan yang sehat terkadang sering tidak kita perhatian karena kesibukan dalam beraktivitas sehingga lingkungan sekitar tidak dijaga keberhasilannya. Akibat dari lingkungan yang tidak sehat dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, salah satu yang mengkhawatirkan adalah demam berdarah (DBD) karena dapat menyebabkan kematian.

Kesehatan lingkungan sangat penting untuk dijaga bersama dan harus ada kesadaran dari tiap masyarakat dari semua kalangan betapa penting dan berharganya kesehatan lingkungan. Apakah kalian tahu, tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan dapat dibagi menjadi dua, yaitu secara umum dan secara khusus.

Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan secara umum, antara lain: koreksi atau perbaikan terhadap segala bahaya dan ancaman pada kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia, melakukan usaha pencegahan dengan cara mengatur sumber-sumber lingkungan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia, serta melakukan kerja sama dan menerapkan program terpadu di antara masyarakat dan institusi pemerintah serta lembaga non pemerintah dalam menghadapi bencana alam atau wabah penyakit menular.

Dan adapun tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan secara khusus meliputi usaha-usaha perbaikan atau pengendalian terhadap lingkungan hidup manusia, yang di antaranya berupa: menyediakan air bersih yang cukup dan memenuhi persyaratan kesehatan, makanan dan minuman yang diproduksi dalam skala besar dan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat, pencemaran udara akibat sisa pembakaran BBM, batu bara, kebakaran hutan, dan gas beracun yang berbahaya bagi kesehatan dan makhluk hidup lain dan menjadi penyebab terjadinya perubahan ekosistem, serta limbah cair dan padat yang berasal dari rumah tangga, pertanian, peternakan, industri, rumah sakit, dan lain-lain.

Nah, untuk menjaga lingkungan tetap sehat, kita dapat melakukan lima langkah pelestarian yaitu, tidak membuang sampah sembarangan, tidak membakar sampah, menggunakan produk daur ulang, menanam pohon, dan mengurangi sampah. Jangan lupa juga untuk mengajak keluarga atau teman terdekat agar ikut melestarikan lingkungan, ya. Karena dengan melestarikan lingkungan, artinya kita turut menjaga masa depan bumi. (RED_DEW)

Sumber : https://dinkes.banyuasinkab.go.id

Pola Hidup Sehat Remaja


         Hai, Sobat Pio! Semua orang pasti ingin selalu hidup sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Sebab, dengan tubuh  dan pikiran yang selalu sehat, segala aktivitas yang kita kerjakan akan selesai lebih cepat. Menjaga kesehatan pun nyatanya tidak sesulit yang dibayangkan, salah satunya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat setiap hari. Pada masa remaja, terjadi perubahan baik fisik maupun psikis yang menyebabkan remaja dalam kondisi rawan pada proses pertumbuhan dan perkembangannya. Masa ini merupakan masa terjadinya proses awal pematangan organ repruduksi dan perubahan hormon yang nyata.

        Pencegahan terhadap terjadinya gangguan kesehatan pada remaja memerlukan pengertian dan perhatian dari lingkungan baik orang tua, guru, teman sebaya, dan juga pihak terkait agar meraka dapat melalui masa transisi dari kanak-kanak menjadi dewasa dengan baik. Menerapkan gaya hidup sehat pun tidak bisa sembarangan, ini perlu disesuaikan dengan tingkat aktivitas fisik, kondisi kesehatan, bahkan kebiasaan makan. Sebagai seorang remaja, tidak ada salahnya untuk mulai memperhatikan hal-hal tersebut.

Berikut adalah langkah yang bisa diterapkan sebagai upaya dalam menjalani hidup sehat :

1. Gaya Hidup Sehat Remaja Secara Fisik

• Berolahraga secara teratur.

• Makan makanan yang sehat dan minuma air putih.

• Konsumsi tablet tambah darah khusus untuk remaja putri terutama saat menjelang dan sesudah menstruasi untuk mencegah anemia.

• Tidur yang cukup. Kebanyakan remaja membutuhkan antara 9 dan 9 ½ jam tidur setiap malam.

2. Gaya Hidup Sehat Remaja Secara Mental

• Pelajari cara untuk mengelola stress.

Belajar dan lakukan yang terbaik di sekolah.

Cobalah untuk menjaga hubungan baik dengan orang tua.

• Kembangkan keseimbangan yang baik antara sekolah, pekerjaan, dan kehidupan sosial.

        Jadilah remaja yang sehat yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, karena apabila gagal dalam fase ini maka tidak dipungkiri akan gagal juga pada fase berikutnya. Dan bimbingan dari orang tua yang sehat akan berdampak positif bagi tumbuh kembang remaja untuk mencapai target perkembangan. Dampak positif untuk menjadi remaja yang sehat juga akan dirasakan maksimal oleh remaja itu sendiri. (RED_KNF)

Sumber : https://diskes.badungkab

Kenali stunting sejak dini


          Hai, Sobat Pio! Pastinya kalian sudah tidak asing lagi dengan stunting. Stunting sering dikaitkan dengan anak-anak mulai dari usia dini. Indonesia menduduki urutan ke-empat sebagai negara yang banyak terjangkiti stunting setelah negara India, Nigeria, dan Pakistan. Stunting merupakan suatu kondisi dimana tinggi balita berada dibawah standar pertumbuhan yang seharusnya akibat tidak terpenuhinya asupan gizi dalam jangka panjang. Beberapa orang menganggap anak kecil yang bertubuh pendek disebabkan oleh faktor genetik. Tapi pada kenyataannya, genetika hanya berpengaruh kecil pada pertumbuhan anak. Tetapi bukan berarti semua anak yang memiliki tubuh pendek itu terkena stunting ya Sobat Pio. Berikut ini terdapat faktor yang dapat menyebabkan stunting pada tubuh seseorang, yaitu:

  1. Pada saat ibu mengandung, tidak memenuhi kebutuhan gizinya.

Stunting dapat mengidap seseorang bahkan sejak dalam kandungan yang disebabkan sang ibu tidak memenuhi asupan gizi yang diperlukan. Dengan kurangnya asupan gizi, ibu hamil bisa mengalami anemia defisiensi zat besi. Sehingga janin tidak dapat berkembang sesuai usia janinnya.

  1. Pola makan yang tidak seimbang.

Pasti Sobat Pio sering mendengar kata 4 sehat 5 sempurna bukan? Hal itu harus dipenuhi sesuai kebutuhannya agar nutrisi yang kita butuhkan dapat terpenuhi dengan sempurna.

  1. Infeksi yang berulang

Seorang anak dengan imunitas yang lemah dapat dengan mudah terjangkit suatu penyakit, hingga dapat menghambat pertumbuhan dan kemudian mengakibatkan stunting.

  1. Kurangnya edukasi terhadap gizi pada anak

Kurangnya pengetahuan dan kesadaran pemberian gizi pada anak, dapat menyebabkan orang tua memberikan pola makan yang tidak sehat dan tidak bergizi. Sehingga dapat memicu terjadinya stunting pada anak.

            Pada dasarnya penyebab utama stunting merupakan kurangnya asupan gizi pada tubuh sejak usia dini. Kemudian pada masa pertumbuhannya yang seharusnya bisa berjalan dengan baik, menjadi terhambat akibat kurangnya asupan gizi. Berikut ini terdapat ciri-ciri anak yang dapat terkena stunting, antara lain:

  1. Berat badan anak berada dibawah standar sesuai umurnya.
  2. Mudah terpapar penyakit.
  3. Mengalami penghambatan tulang yang dapat membuat tulang tampak lebih pendek.
  4. Mengalami gangguan belajar, seperti kurang fokus dalam mengikuti pembelajaran.

            Apabila Sobat Pio telah mengalami gejala dan ciri-ciri stunting, maka sangat perlu untuk dilakukan pemeriksaan. Pengobatan yang akan diberikan dokter yaitu seperti pemberian obat-obatan anti tuberkulosis pada pasien pengidap TBC, memberi suplemen vitamin, memberi nutrisi tambahan seperti protein, dan memberikan imunisasi untuk meningkatkan imunitas tubuh. Itu dia beberapa penjelasan mengenai stunting. Semog kita semua selalu diberi kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Jangan lupa untuk selalu mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi ya Sobat Pio! (RED_SBL)

sumber: https://www.halodoc.com

DAMPAK MAKANAN YANG TERLALU ASIN


Hai, Sobat Pio! Apakah kalian suka makanan asin? Banyak sekali makanan yang kita jumpai di sepanjang jalan maupun di sebuah tempat makan yang dasarnya memiliki rasa asin yang cukup kuat. Bahkan terdapat beberapa orang yang tetap menambahkan garam pada makanannya karena merasa kurang asin bagi mereka. Namun mengonsumsi makanan yang terlalu asin sangat ttidak dianjurkan, karena dapat menimbulkan dampak-dampak negatif bagi kesehatan tubuh kita. Beberapa dampak tersebut yaitu:

1. Tidak Baik untuk Kesehatan Tulang

Garam yang terkandung dalam makanan asin dapat menyebabkan pengeluaran kalsium melalui ginjal. Tetapi bukan berarti tidak boleh mengonsumsi garam sama sekali ya Sobat Pio. Sebaiknya konsumsi garam tidak lebih dari 2.300 miligram perharinya.

2. Kinerja Jantung Lebih Keras

Kadar garam yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan volume darah meningkat sehingga menyebabkan jantung bekerja keras untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Jika tidak segera mengurangi konsumsi garam dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

3. Tekanan Darah Tinggi

Mengonsumsi makanan dengan kadar garam yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Tekanan darah tinggi sangat berkaitan dengan penyakit stroke dan penyakit jantung seperti jantung koroner. Selain itu kandungan garam yang tinggi dapat mengganggu fungsi ginjal.

4. Retensi Cairan

Retensi cairan merupakan suatu kondisi dimana tubuh mengalami kelebihan cairan. Keseimbangan cairan tubuh diatur oleh natrium. Tetapi jika terlalu mengonsumsi garam, ginjal akan sulit mengeliminasi kelebihan cairan. Kemudian tubuh akan menahan cairan tersebut yang dapat menyebabkan pembengkakan di area jantung.

5. Perut Terasa Kembung

Perut kembung sering terjadi pada seseorang yang makan makanan tinggi sodium. Bagi beberapa orang, hal ini mengganggu kenyamanan dan kesakitan.

6. Menyebabkan Jerawat

Konsumsi garam yang berlebihan juga dapat menyebabkan jerawat. Maka dari itu kurangi konsumsi garam untuk mengurangi jerawat.

Nah, mungkin Sobat Pio juga sangat suka dengan makanan yang asin. Tetapi perlu diperhatikan juga kadar garam dalam persajian makanan tersebut ya, karena sesuatu yang berlebihan itu akan berakibat kurang baik di akhir. Untuk mengecek setiap kadar garamnya, Sobat Pio dapat melihat informasi nilai gizi yang biasanya terdapat pada belakang bungkus makanan. Jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan ya Sobat Pio!. (RED_SBL)

Sumber : https://www.halodoc.com

PENYAKIT GBS


Hai, Sobat Pio! Di dunia ini terdapat banyak sekali jenis virus maupun bakteri yang dapat menggangu kesehatan kita. Siapapun dapat terjangkit penyakit apabila kita kurang menjaga kesehatan dan tidak mengatur pola hidup yang sehat. Infeksi bakteri atau virus ini salah satunya dapat mengakibatkan penyakit Guillain-Barré Syndrome (GBS). Syndrome adalah kumpulan gejala dan temuan fisik yang dapat dikenali dan menunjukkan suatu kondisi tertentu yang penyebab langsungnya belum diketahui. Lalu, apa itu penyakit Guillain-Barré Syndrome? Mari simak penjelasan berikut ini.

      Guillain-Barré Syndrome adalah penyakit yang menyerang sistem saraf tepi, yaitu sistem saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini jarang ditemukan dan menjadi salah satu dari banyak jenis penyakit autoimun. Sistem saraf tepi berfungsi untuk mengirim sensasi dari tubuh ke otak dan perintah gerak dari otak ke otot.

      Guillain-Barré Syndrome akan menunjukkan gejala berupa rasa kesemutan dan nyeri pada kaki dan tangan, atau mati rasa di bagian tubuh tertentu. Dalam beberapa minggu kedepan, gejala awal dapat hilang. Namun pada tahap berikutnya gejala lain dapat muncul kembali dan bisa jadi terjadi peningkatan keparahan gejala. Pada tahap akhir, pengidap GBS akan mengalami paralisis total atau yang dikenal dengan kelumpuhan. Kelumpuhan ini tidak hanya terjadi di otot tubuh saja, tetapi dapat terjadi juga di otot pernapasan sehingga orang yang mengidap GBS harus dibantu oleh alat bantu napas. Berikut terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit ini, yaitu:

  1. Daya tahan tubuh lemah, seperti pengidap HIV/AIDS.
  2. Segala usia, terutama pada lansia (lanjut usia).
  3. Laki-laki lebih sering mengalami kondisi ini dibandingkan perempuan.
  4. Mengalami infeksi pernapasan atau pencernaan.
  5. Infeksi Campylobacter jejuni dan Mycoplasma pneumonia.
  6. Systemic Lupus Erythematosus.
  7. Penderita limfoma hodgkin.
  8. Mengonsumsi makanan yang kurang matang.
  9. Pasca Operasi, trauma, dan vaksinasi.

         Sobat Pio, pengobatan yang dilakukan untuk menangani GBS ditujukan untuk aktivitas abnormal antibodi yang menyerang saraf perifer. Hal ini dilakukan dengan pemberian immunoglobulin intravena (IVIg) yang bertujuan untuk melawan immunoglobulin pengidap dan meredakan gejala. Selain itu dapat dilakukan prosedur plasmaferesis, yaitu penggantian plasma darah untuk menyaring plasma pengidap. Dengan ini darah akan disaring dan dialirkan kembali ke dalam tubuh menggunakan mesin khusus. Kedua metode ini akan dilakukan secara rutin selama beberapa minggu setelah gejala muncul. Apabila Sobat Pio mengalami beberapa gejala diatas, segera lakukan pemeriksaan ya. Selalu berwaspada dan jagalah pola hidup yang sehat. (RED_SBL)

Sumber : https://halodoc.com

RABIES VIRUS MEMATIKAN


Hai, Sobat Pio! Apakah kalian mempunyai hewan peliharaan atau pertenakan dirumah? Biasanya masyarakat memelihara kucing, anjing, kelinci, atau berternak sapi, kambing, dan lain sebagainya. Sebagai pemilik dari hewan-hewan tersebut, tentunya kita harus menjaga dan merawat mereka dengan baik. Pastikan hewan-hewan ini tidak terjangkit suatu virus. Salah satunya yaitu virus Rabies. Nah apakah kalian pernah mendengar apa itu virus Rabies? Simak penjelasan berikut.

             Rabies atau penyakit anjing gila yang dikenal di masyarakat Indonesia merupakan virus yang dapat menyerang otak dan saraf manusia. Virus ini akan menular akibat dari gigitan hewan ke manusia. Gejala Rabies akan timbul 3 hingga 12 minggu setelah kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi. Gejala awalnya yaitu demam, kurang enak badan, dan rasa tidak nyaman di bekas gigitan. Sedangkan gejala berikutnya yaitu otot kejang, produksi air liur yang berlebihan, halusinasi, perilaku agresif, kesulitan menelan dan bernapas, hingga menyebabkan kelumpuhan. Diagnosa dapat dilakukan oleh tenaga medis setelah pasien merasakan gejala-gejala Rabies. Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan 4 prosedur, yaitu:

  1. Tes antibodi, yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kekebalan tubuh terhadap virus.
  2. CT Scan atau MRI, yang bertujuan untuk mendeteksi apakah terdapat peradangan otak akibat virus ini.
  3. Biopsi, bertujuan untuk mendeteksi protein virus dari sampel jaringan luka.
  4. Kultur virus Rabies atau PCR, bertujuan untuk mendeteksi air liur hewan terhadap pasien.

      Dokter hewan juga akan melakukan pemeriksaan pada hewan dengan melakukan pengamatan selama 10 hari. Ada atau tidaknya infeksi virus pada hewan, dokter akan memberikan vaksinasi untuk meminimalisir risiko infeksi. Virus ini juga dapat mengakibatkan komplikasi seperti:

  1. Distonia, yaitu kontraksi otot yang tidak terkendali
  2. Balismus, yaitu gerakan tubuh tanpa sadar
  3. Koreoatetosis, yaitu gerakan tubuh yang tidak terkendali berupa hentakan
  4. Gangguan motorik halus dan pola berjalan
  5. Masalah komunikasi verbal dan nonverbal
  6. Perubahan kekuatan motorik

       Kita dapat mencegah infeksi virus rabies dengan cara memberikan vaksinasi kepada hewan peliharaan, menghindari kontak langsung hewan peliharaan dengan hewan liar, dan menutup semua celah yang bisa digunakan sebagai sarang hewan liar seperti kelelawar, musang, dan lain sebagainya. Vaksin rabies dapat diberikan kepada hewan peliharaan paling tidak sebanyak 1 tahun sekali.  Semoga dengan adanya penjelasan diatas, Sobat Pio dapat lebih waspada terhadap hewan peliharaan di rumah dan menjaga kesehatan diri sendiri. Sampai jumpa di artikel berikutnya! (RED_SBL)

Sumber : https://www.halodoc.com