Mango Sticky Rice


Hai, Sobat Pio! Kuliner khas Thailand selalu memiliki daya tarik yang unik dan lezat. Salah satu kuliner yang paling terkenal dan disukai oleh banyak orang adalah mango sticky rice. Mango sticky rice merupakan camilan khas Thailand yang terdiri dari buah mangga, nasi ketan, serta saus santan sebagai pelengkapnya. Dalam bahasa Thailand, kuliner ini dikenal dengan sebutan Khao Niew Mamuang. Perpaduan antara manis dan asamnya buah mangga, serta gurihnya saus santan dan nasi ketan, menciptakan harmoni rasa yang unik dan lezat. Hal inilah yang membuat mango sticky rice memiliki daya tarik tersendiri di kalangan masyarakat. Untuk bisa menikmati kuliner ini, kita hanya perlu mengeluarkan budget mulai dari 12 ribu rupiah saja. Namun jika ingin lebih hemat, kita bisa membuatnya sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan serta proses pembuatannya yang cenderung mudah dilakukan. Bahan-bahan yang perlu disiapkan untuk membuat mango sticky rice yaitu, 250 gram beras ketan putih, 3 buah mangga matang yang sudah dipotong dadu, 125 ml santan, 500 ml air, ½ sendok teh garam, dan gula secukupnya. Untuk bahan sausnya, siapkan 375 ml santan, 1 sendok makan gula pasir, ½ sendok teh garam, dan 1 sendok makan tepung tapioka yang sudah dilarutkan dengan 1 sendok makan air. Langkah pertama membuat mango sticky rice yaitu, masak 250 gram beras ketan putih dengan 500 ml air menggunakan api sedang hingga mendidih. Jika sudah mendidih, kecilkan api lalu tunggu sekitar 15 hingga 20 menit sampai air meresap. Sembari menunggu nasi ketan nya matang, campurkan 125 ml santan dengan ½ sendok teh garam dan gula secukupnya. Masak di api sedang hingga mendidih, lalu tuang ke dalam panci yang berisi nasi ketan tadi. Aduk sebentar hingga tercampur rata dan air meresap kembali. Matikan kompor lalu tutup dan diamkan selama 1 jam. Untuk membuat sausnya, campurkan 375 ml santan, 1 sendok makan gula pasir, ½ sendok teh garam, dan 1 sendok makan tepung tapioka yang sudah dilarutkan dengan 1 sendok makan air. Masak di api sedang hingga mendidih sembari terus diaduk. Langkah terakhir, letakkan nasi ketan yang sudah matang di atas piring saji. Lalu letakkan buah mangga yang sudah dipotong dadu di atas atau di samping nasi ketan. Tata sedemikian rupa agar tampilannya menarik. Terakhir, tuang saus santan diatas nasi ketan. Mango sticky rice siap untuk dihidangkan. Selamat mencoba. (RED_ZLA&STR)

Sumber: https://www.liputan6.com

Burnt Cheesecake


Hai, Sobat Pio! Belakangan ini ada banyak sekali kuliner-kuliner lezat yang sedang trending di sosial media, salah satunya yaitu burnt cheesecake. Burnt cheesecake merupakan dessert tradisional berbahan dasar krim keju yang pertama kali diciptakan oleh masyarakat Basque, Spanyol Utara. Dessert ini memiliki cita rasa dan tampilan yang hampir sama dengan cheesecake pada umumnya. Hanya saja, tampilan luar pada burnt cheesecake sengaja dibuat gosong, namun bagian dalamnya tetap creamy dan lembut.

Ciri khas inilah yang membuat burnt cheesecake menjadi dessert populer hingga masa sekarang. Cita rasanya yang manis, gurih, lembut, dan creamy membuat dessert ini menjadi menu andalan di restoran-restoran Spanyol. Jika ingin mencicipi hidangan ini, kita tidak perlu pergi jauh-jauh ke negara yang berada di Benua Eropa tersebut. Kita bisa membuatnya sendiri di rumah dengan bahan baku yang mudah didapat serta cara pembuatannya yang cukup mudah.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat burnt cheesecake yaitu, 250 gram cream cheese, 120 ml whipping cream cair, 10 gram tepung maizena, 80 gram gula halus, 2 butir telur, vanila ekstrak dan garam secukupnya.

Cara membuat Burnt Cheesecake :

Langkah 1: Mixer cream cheese hingga lembut 1 menit saja, masukkan gula, garam dan vanila ekstrak. Mixer lagi hingga tercampur rata. Langkah 2: Masukkan satu butir telur, mixer hingga tercampur rata. Masukkan telur kedua, mixer lagi hingga tercampur rata. Masukkan whipping cream dan tepung maizena, kocok sebentar hingga adonan lembut. Langkah 3: Panaskan oven dengan suhu 230 derajat Celcius selama 10 menit. Siapkan loyang bundar, alasi dengan kertas baking yang tipis, ratakan bentuk sesuai loyang. Tuang adonan kue, hentakkan hingga rata. Langkah 4: Panggang selam 30 menit atau sampai permukaan kuenya coklat agak gosong. Keluarkan dari oven, biasanya masih jiggly atau empuk goyang ya. Jika didiamkan hingga dingin akan memadat sendiri. Langkah 5: Masukkan ke kulkas agar dingin. Basque burnt cheesecake dikeluarkan dari kulkas dan dapat dinikmati selagi dingin. Nah, berikut itu adalah cara pembuatan Burnt Cheesecake. Bagaimana apakah Sobat Pio tertarik untuk mencoba? Selamat mencoba. (RED_ZLA&STR)

Sumber: https://jayaagungmesin.com

Opor Ayam


Hai, Sobat Pio! Pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan opor ayam kan? Opor ayam adalah masakan ayam berkuah santan yang sangat terkenal diseluruh Indonesia, Terutama didaerah Jawa tengah dan juga Jawa Barat. Opor ayam juga merupakan salah satu hidangan yang sering di sajikan pada saat lebaran. Sampai saat ini, tidak ada satupun peneliti kuliner dan referensi yang bisa menjelaskan opor ayam itu berasal dari mana, sejak kapan ada di Indonesia, siapa penemunya, siapa peramu awalnya, mulai kapan menyebar hampir di seluruh wilayah Nusantara, tidak seorangpun yang tahu, hanya disebutkan sebagai resep warisan leluhur.

Sebenarnya opor di Jawa terdiri dari 2 macam, opor putih dan opor kuning. Opor putih di sini lebih banyak diminati oleh kalangan emak-emak (sebutan), yaitu para wanita Tionghoa yang sudah membaur dengan kebiasaan setempat mengenakan baju kurung (bukan kebaya) dan sarung selayaknya penduduk setempat. Penampilan unik ini hanya ada di Jawa. Inilah yang disebut emak-emak atau golongan Tionghoa babah. Sebutan Tionghoa babah adalah golongan yang sudah berasimilasi dan berbaur dengan penduduk lokal, sementara Tionghoa totok adalah golongan yang baru datang dari China dan belum berbaur.

Sementara opor kuning, biasa dimasak oleh penduduk asli dengan menambahkan kunyit, dengan alasan “luwih ayu” (lebih cantik), tidak pucat dan lebih menyehatkan badan karena kunyit sebagai penyeimbang santan. Seperti diketahui bahwa fungsi kunyit sangat baik untuk kesehatan tubuh. Makna warna kuning diasosiasikan dengan emas, yang berkonotasi kemakmuran dan kemakmuran. Opor ayam sendiri biasanya dibuat menggunakan ayam kampug atau ayam negeri, yang pasti rasanya lebih menang ayam kampung. Tetapi itu semua tergantung selera masing-masing, bicara ayam kampung kita harusnya tau dulu asal-usul ayam asli Indonesia ini.

Sejarah ayam kampung dimulai dari generasi pertama ayam kampung yaitu dari keturunan ayam hutan merah (Gallus gallus). Jenis ayam kampung sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Kutai. Pada saat itu, ayam kampung merupakan salah satu jenis persembahan untuk kerajaan sebagai upeti dari masyarakat setempat. Keharusan menyerahkan upeti menyebabkan ayam kampung selalu diternakan oleh warga kampung dan menyebabkan ayam kampung tetap terjaga kelestariannya. Di samping itu, ayam kampung memang sesuai dengan selera masyarakat setempat. Kebiasaan beternak ayam kampung tersebutlah yang menyebabkan ayam ini mudah dijumpai di tanah air. Sekian artikel hari ini semoga bisa bermanfaat untuk Sobat Pio dan sampai bertemu di edisi selanjutnya. (RED_RMA)

Sumber : https://weebly.com