Hai, Sobat Pio! Di era digital yang semakin mendominasi kehidupan sehari-hari, seni tradisional menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan di tengah arus globalisasi. Seni tradisional seperti tarian, musik, dan kerajinan tangan sering kali terpinggirkan oleh konten modern yang cepat dan viral. Namun, platform media sosial seperti TikTok dan Instagram muncul sebagai alat revitalisasi yang efektif. Dengan fitur video pendek, reels, dan live streaming membuat platform ini memungkinkan seniman tradisional untuk menjangkau audiens global, terutama gen-Z yang mendominasi penggunaan media sosial. Pemanfaatan TikTok dan Instagram telah menjadi strategi inovatif untuk melestarikan warisan ini. Menurut penelitian, integrasi teknologi digital dengan seni tradisional dapat menjadi solusi inovatif untuk menjaga keberlanjutan budaya.
Media sosial TikTok dengan algoritma yang memprioritaskan konten viral, sangat ideal untuk merevitalisasi seni tradisional melalui format video singkat yang menarik. Di Bangladesh, influencer budaya sering menggunakan TikTok untuk mempromosikan tradisi lokal, seperti demonstrasi pembuatan kain tenun atau pertunjukan tari Manipuri yang dikolaborasikan dengan musik kontemporer. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa platform ini telah membantu melestarikan tradisi melalui konten edukatif, dimana pengguna gen-Z belajar tentang akar budaya mereka sambil menikmati hiburan. Sementara itu, Instagram menawarkan ruang visual yang lebih estetis melalui stories, reels, dan feed foto, memungkinkan seniman untuk membangun komunitas. Contohnya, akun-akun seperti @bangladesh_crafts di Instagram yang sering kali memposting tutorial kerajinan tradisional. Postingan ini tidak hanya meningkatkan apresiasi, tetapi juga mendukung ekonomi kreatif. Di Indonesia, kasus serupa terlihat pada revitalisasi kesenian Pojhien di Bondowoso melalui strategi viral di Instagram dan TikTok, dimana produksi konten partisipatif berhasil menarik ribuan penonton dan melibatkan komunitas muda.
Secara keseluruhan, TikTok dan Instagram telah merevolusi cara seni tradisional Bangladesh dan secara lebih luas di Asia Selatan yang disajikan dan dilestarikan dari sekadar hiburan. Platform ini menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, memastikan warisan budaya tetap hidup dan relevan. Di tahun 2026, dengan pertumbuhan pengguna platform yang terus meningkat, potensi ini semakin besar untuk mendukung pariwisata budaya dan identitas nasional.(RED_AAP)
Revitalisasi Seni Traditional lewat Tiktok & Instagram
