WAKTU YANG TEPAT UNTUK MEMPERBAIKI DIRI DAN IMAN


      Hai, Sobat Pio! Setiap manusia dalam perjalanan hidupnya akan dihadapkan pada berbagai fase kehidupan, mulai dari keberhasilan hingga kegagalan, kebahagiaan hingga kesedihan. Dalam setiap fase tersebut, sesungguhnya selalu terdapat kesempatan untuk melakukan refleksi diri. Waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan iman bukanlah menunggu keadaan menjadi sempurna melainkan ketika seseorang menyadari adanya kekurangan dalam dirinya. Kesadaran ini sering muncul saat manusia mengalami ujian, kekecewaan, atau kehilangan arah. Pada saat seperti inilah hati lebih peka, pikiran lebih terbuka, dan jiwa lebih siap menerima perubahan. Memperbaiki diri bukan sekedar memperbaiki sikap tetapi juga menata kembali niat, tujuan hidup, serta hubungan dengan Tuhan. Iman yang kuat akan menjadi pondasi utama dalam menghadapi dinamika kehidupan yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.
      Selain muncul pada saat kondisi sulit, waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan iman juga hadir dalam keseharian yang tampak biasa. Rutinitas hidup sering kali membuat manusia lalai dan merasa cukup dengan keadaan yang ada padahal dalam kebaikan dapat menghambat pertumbuhan spiritual. Oleh karena itu, setiap waktu sejatinya adalah kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Memperbaiki iman dapat dimulai dari hal–hal sederhana, seperti meningkatkan kualitas ibadahnya, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. Proses ini membutuhkan konsistensi dan kesungguhan, sebab perubahan sejati tidak terjadi secara instan. Ketika seseorang menjadikan setiap hari sebagai momentum evaluasi diri, maka perbaikan diri dan iman akan berjalan secara berkelanjutan dan memberi dampak positif, baik bagi kehidupan pribadi maupun lingkungan sekitar.
      Maka dari itu, waktu yang paling tepat untuk memperbaiki diri dan iman adalah sekarang. Menunda perubahan hanya akan memperpanjang jarak antara diri yang diharapkan dengan kenyataan yang dihadapi. Setiap detik yang berlalu merupakan bagian dari amanah hidup yang tidak dapat diulang. Dengan memperbaiki diri dan iman sejak dini, seseorang akan memiliki arah hidup yang lebih jelas, ketenangan batin yang lebih kuat, serta kemampuan untuk menghadapi masa depan dengan penuh keyakinan. Iman yang terpelihara akan membimbing manusia dalam mengambil keputusan yang bijaksana, sementara perbaikan diri akan melahirkan pribadi yang lebih matang dan bertanggung jawab. Oleh sebab itu, menjadikan waktu saat ini sebagai titik awal perubahan adalah langkah terbaik untuk membangun kehidupan yang lebih bermakna dan bernilai di hadapan Tuhan maupun sesama manusia.(RED_NBL)

Sumber : https://muhammadiyah.or.id

MAKNA BERSYUKUR DALAM KEHIDUPAN MODERN


Hai, Sobat Pio! Dalam kehidupan modern yang serba cepat, rasa bersyukur sering kali terabaikan. Banyak individu lebih sibuk mengejar kesuksesan, jabatan, serta pengakuan sosial, sehingga lupa menghargai apa yang telah dimiliki. Segala sesuatu yang kurang terus dipikirkan, sementara nikmat yang hadir setiap hari tidak disadari keberadaannya. Makna syukur bukan hanya sebatas ucapan terima kasih sesaat, melainkan bentuk kesadaran mendalam bahwa kehidupan ini dipenuhi anugerah yang tak ternilai. Bersyukur berarti menyadari bahwa kesehatan, keluarga, sahabat, kemampuan untuk belajar dan bekerja, bahkan kesempatan untuk bangkit dari kegagalan merupakan karunia besar. Dengan menghayati rasa syukur, seseorang dapat menumbuhkan sikap menerima dan mengapresiasi perjalanan hidupnya tanpa terpaku pada kekurangan yang masih menjadi tujuan.
Perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru bagi sikap bersyukur. Mengenai kehidupan orang lain terpampang begitu mudah, sering kali kita memperlihatkan pencapaian dan kebahagiaan tanpa memperlihatkan proses perjuangan yang sebenarnya. Hal ini dapat mendorong seseorang untuk terus membandingkan diri dengan standar kesuksesan orang lain, tetapi pada akhirnya menimbulkan perasaan iri, dan rendah diri. Ketika fokus hidup tertuju pada apa yang belum kita miliki, maka rasa puas dan bahagia akan semakin jauh dari genggaman. Di Sinilah rasa syukur berperan penting sebagai penguat kesehatan mental dan emosional. Dengan bersyukur, seseorang belajar pada potensi dan pencapaiannya sendiri, serta mampu menikmati tahapan–tahapan kecil dalam perjalanan hidupnya. Rasa syukur membantu memperluas pemahaman bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu diukur oleh jumlah harta atau popularitas, melainkan sejauh mana seseorang mampu merasakan syukur dalam hidupnya.
Rasa bersyukur tidak cukup jika dihadirkan dalam bentuk perasaan, tetapi juga harus tercermin dalam tindakan nyata. Wujud syukur dapat diwujudkan melalui cara menggunakan nikmat yang dimiliki dengan sebaik–baiknya dan memberikan dampak positif bagi diri sendiri maupun orang lain. Rasa syukur membantu membangun hubungan sosial yang harmonis serta memperkuat nilai kemanusiaan. Selain itu, bersyukur juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, karena kita harus menyadari bahwa setiap karunia datang dari-Nya dan harus dijaga, serta dipergunakan secara bijaksana. Pada akhirnya, menanamkan rasa syukur dalam kehidupan modern akan membawa manusia pada kedamaian, kebahagiaan, dan kualitas hidup lebih baik. Bersyukur menjadi penuntun agar tidak larut dalam tekanan zaman, melainkan tetap memiliki hati yang tenang, pikiran yang positif, dan jiwa yang penuh harapan.(RED_NBL)
Sumber : https://baznas.jogjakota.go.id

DAKWAH DI ERA DIGITAL


Hai, Sobat Pio! Dakwah merupakan salah satu kewajiban umat Islam untuk menyampaikan ajaran agama kepada sesama dengan cara yang baik, bijak, dan penuh hikmah. Seiring dengan perkembangan teknologi, bentuk dakwah juga mengalami perubahan yang signifikan. Jika dahulu dakwah lebih banyak dilakukan melalui mimbar masjid, majelis taklim, dan pengajian tatap muka, kini masyarakat dapat mengakses pesan-pesan dakwah melalui media digital. Kehadiran internet, media sosial, hingga platform video memberikan ruang luas bagi para ustazd dan ustazah, maupun pendakwah muda untuk menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang lebih kreatif, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.
Pemanfaatan teknologi digital dalam dakwah membawa banyak manfaat. Melalui media sosial seperti Youtube, Instragam, Tiktok, maupun podcast. Pesan dakwah dapat disampaikan dengan bahasa yang sederhana, serta visual yang menarik sehingga lebih mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Selain itu, aplikasi Islami juga membantu masyarakat untuk terus memperdalam ilmu agama tanpa terhalang oleh jarak dan waktu. Namun, perkembangan ini juga membawa tantangan baru. Tidak semua konten yang berlabel “dakwah” memiliki sumber yang jelas sehingga rawan terjadi penyebaran informasi yang keliru atau pemahaman agama yang sempit. Oleh karena itu, pendakwah dan jamaah dituntut untuk lebih selektif dalam memilih sumber dakwah agar tidak terjebak pada ajaran yang menyesatkan.
Di sisi lain dakwah digital juga menuntut adanya inovasi dan kreativitas agar pesan Islam tetap relevan dengan kondisi masyarakat modern. Para ustazd dan ustazdah perlu menguasai literasi digital, etika bermedia, dan cara berkomunikasi yang baik agar dakwah tidak hanya bersifat informatif. Konten dakwah yang dikemas dengan pendekatan edukatif, motivatif, dan humanis akan lebih mudah diterima serta memberi dampak positif bagi umat. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak dakwah di era digital tidak hanya menjadi sarana penyebaran ilmu agama tetapi juga menjadi media untuk mempererat ukhuwah islamiyah dan menumbuhkan semangat kebaikan, serta menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Inilah tantangan sekaligus peluang besar yang perlu dimanfaatkan oleh umat Islam dalam menghadapi perkembangan zaman. (RED_NBL)
Sumber : https://id.scribd.com

Menyebarkan Agama Atau Memperdagangkan Agama?


Hai, Sobat Pio! Penyebaran agama Islam melalui dakwah di kalangan para santri tak dapat dilepaskan dari peran pesantren. Sebab, setelah selesai menuntut ilmu di pesantren, para santri diharapkan dapat menyebarkan ajaran Islam melalui dakwah di lingkungan asalnya. Namun, di era digital dakwah semakin mudah diakses melalui media sosial. Tetapi kemudahan ini juga membuka celah bagi praktik yang menyimpang. Karena banyak individu yang mengklaim diri sebagai ustadz tanpa latar belakang pendidikan pesantren yang hanya bermodal “kyai google”, lalu berbicara dan ceramah kesana-kemari yang seolah-olah kebenaran adalah miliknya sendiri dan yang lain adalah salah. Mereka memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan penafsiran agama yang belum tentu benar, akibatnya berpotensi menyesatkan umat.

Agama adalah anugerah yang harus dijaga dan disebarluaskan dengan ikhlas dan bukan untuk dijual. Dakwah yang benar adalah dakwah yang dilandasi niat untuk mengajak orang kepada kebaikan. Seorang pendakwah sejati tidak akan pernah memanfaatkan agama untuk kepentingan pribadi. Karena menjual agama merupakan tindakan memanfaatkan ajaran agama demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu yang seringkali dilakukan dengan cara yang bertentangan dengan nilai-nilai yang diajarkan. Tindakan tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Mempolitisasi agama adalah dengan menggunakan agama sebagai sarana untuk mencapai kekuasaan atau keuntungan politik. Politisasi agama dianggap sebagai pendekatan yang buruk dan berbahaya jika digunakan untuk tujuan provokasi.

2. Eksploitasi finansial terjadi ketika dana dikumpulkan dengan dalih agama, namun tidak digunakan untuk tujuan keagamaan yang seharusnya.

3. Radikalisme dan diskrimasi. Merujuk pada penafsiran agama yang sempit dan ekstrem sering kali berujung pada tindakan kekerasan atas nama keyakinan tertentu. Sementara itu, diskriminasi muncul ketika tindakan diskriminatif terhadap kelompok lain dibenarkan dengan alasan agama.

Jika hal ini dilakukan terus menerus dengan skala masif, maka peradaban Islam akan sulit terbentuk. Begitu acara pengajian bubar, bubar pulalah semangat pendengar, karena izinnya bukan guru dan murid tapi penjual dan pembeli. Hindarilah tindakan yang dapat merusak citra agama. Sebarkanlah ajaran Islam dengan penuh kasih sayang dan toleransi. (RED_NVI&RED_IFI) Sumber: https://www.tempo.com

Hukum Meninggalkan Sholat


Hai, Sobat Pio! Allah SWT selalu mengingatkan kepada kita tentang besarnya pahala dan janji kenikmatan surga yang akan diberikan kepada umat Islam yang konsisten melaksanakan shalat. Di sisi lain, Allah SWT juga memberikan peringatan yang sangat tegas bagi mereka yang meninggalkan shalat. Shalat lima waktu adalah kewajiban bagi setiap muslim dan meninggalkannya tanpa uzur yang jelas akan mendapatkan dosa. Bagi seorang muslim yang meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja mereka akan mendapatkan dosa yang paling besar dan dosanya lebih besar daripada dosa membunuh, merampas harta orang lain, mencuri, berzina, dan minum minuman keras. Sesungguhnya awal sesuatu yang diperhitungkan dari amal seorang hamba di hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik maka dia beruntung dan selamat, sedangkan jika shalatnya rusak maka dia merugi. Orang yang sengaja meninggalkan shalat maka nerakalah tempatnya, sedangkan satu hari di neraka sama dengan 1000 hari di dunia.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda: “Shalat adalah tiang agama, maka siapa yang mendirikan shalat, berarti ia menegakkan sendi-sendi agama, dan siapa yang meninggalkan shalat, berarti ia telah meruntuhkan sendi-sendi agama. Maka tegakkan tiang-tiang agama itu, agar kita tidak termasuk sebagai orang yang meruntuhkan agama”. Orang yang mengingkari kewajiban shalat berarti ia mendustakan Allah SWT dan Rasul-Nya serta ijma’ ahlul ilmi wal iman, maka kekufurannya lebih besar dari pada yang meninggalkannya karena meremehkan. Sementara orang yang meninggalkan shalat karena malas, namun ia tetap meyakini akan kewajiban shalat, maka hakim wajib menyuruhnya untuk mengqada shalat dan bertaubat. Jika ia tetap enggan, maka ia layak mendapatkan hukuman berat namun statusnya masih tetap muslim. 

Siksa di Dunia Orang yang Meninggalkan Shalat :

  1. Allah SWT mengurangi keberkatan umurnya.
  2. Allah SWT akan mempersulit rezekinya.
  3. Allah SWT akan menghilangkan tanda/cahaya shaleh dari raut wajahnya.
  4. Orang yang meninggalkan shalat tidak mempunyai tempat di dalam islam.
  5. Amal kebaikan yang pernah dilakukannya tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT.
  6. Allah tidak akan mengabulkan doanya bagi orang yang meninggalkan shalat. Inilah sedikit keterangan mengenai kedudukan shalat yang sangat agung di dalam agama Islam, dan bahaya meninggalkannya. Semoga Allâh Subhanahu wa Ta’ala selalu menolong kita untuk melaksanakan shalat dengan sebaik-baiknya. (RED_NVI&RED_IFI)

Sumber: http://https//detik.com http://almanhaj.or.id

Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H


Hai, Sobat Pio! Maulid Nabi merupakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang kemudian dirayakan oleh umat Islam, dan untuk mengekspresikan kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW ketika lahir ke dunia yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah. Pada hari ini Senin, 23 September 2024 SMKN 2 Kota Kediri melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Untuk kegiatan ini mengusung sebuah tema “MESIR” Meneladani Sifat Santun Rasulullah di Era Modern. Dipilihnya tema tersebut karena untuk memberikan contoh kepada siswa-siswi SMKN 2 Kota Kediri dalam meneladani sifat-sifat santun Rasulullah SAW di zaman yang serba digital ini. Tujuan diadakannya Maulid Nabi adalah untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad dan untuk menyebarkan nilai-nilai keagamaan bagi siswa-siswi SMKN 2 Kediri dalam meneladani perilaku yang baik, adab, dan sopan santun. Acara ini dilaksanakan di Aula sekolah yang diikuti oleh siswa-siswi kelas 10 dan bapak/ibu guru yang tidak mengajar di kelas.

Dengan memperingati Maulid Nabi, kita dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, meneladani akhlak Rasulullah, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Adapun pelajaran yang dapat kita ambil dari kehidupan Nabi Muhammad yaitu, menjadi seseorang yang penyayang, adil, menepati janji dan amanat, saling memaafkan, dan tidak suka berlebih-lebihan. Hal tersebut menjadikan seseorang merasa lebih tenang dan tidak takut hal-hal duniawi, karena percaya akan pertolongan dari Allah.

Acara ini diselenggarakan oleh pihak sekolah yang dibantu oleh ekstra lain seperti DJM atau Dewan Jamaah Masjid, Kiloe Journalist, OSIS, Pramuka, dan Pasgarda. untuk menyiapkan acara ini membutuhkan waktu 2 – 3 minggu. Adapun rangkaian-rangkaian acara Maulid Nabi yaitu sebagai berikut:

  1. Pembukaan
  2. Sambutan
  3. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
  4. Mauidhoh Hasanah
  5. Sesi tanya jawab
  6. SholawatPenutup

Setelah semua rangkaian acara selesai dilanjutkan dengan penutupan yaitu doa bersama yang dipimpin oleh guru pemateri. Untuk kegiatan pada acara hari ini cukup lancar dan lebih menarik, karena guru pemateri bisa membuat siswa-siswi kelas 10 lebih bersemangat dan antusias untuk mengikuti acara ini hingga selesai. Dan semoga acara kedepannya lebih baik lagi, tidak ada kendala maupun masalah untuk acara ini di tahun yang akan datang. (RED_NVI&RED_IFI)

Narasumber:

-Gus Ahmad kafabihi Mahrus (dari Lirboyo)
-Rahmatika Aghni Fauziah (XI AK 4)

LGBT DALAM PANDANGAN ISLAM DAN CARA MENYIKAPINYA


Hai, Sobat Pio! Tahukah kalian tentang LGBT? LGBT adalah singkatan dari Lesbi, Gay, Bisexsual dan Transgender. LGBT merupakan penyimpangan orientasi seksual yang semakin berkembang menyebabkan perubahan pandangan manusia dan kondisi sosial. Adapaun pihak yang menerima hal ini dengan sikap terbuka, ada pula yang tetap bersikeras menolak hal ini. Bagi pihak yang menerima, mereka memperjuangkan tentang hak asasi manusia kaum LGBT yang seringkali mendapat diskriminasi dari lingkungan masyarakat. Sedangkan pihak yang menolak menyertakan alasan penolakannya dengan ayat Al-Quran yang mengharamkan LGBT. Sebab, LGBT dalam pandangan Islam jelas menolak keras perilaku menyimpang tersebut. Bagaimanapun, LGBT adalah bentuk perilaku tidak wajar yang merusak norma kehidupan. Dalam Islam, hal tersebut sudah ada dalam kisah Nabi Luth yang berdakwah pada penduduk kota Sodom yang menjadi kota pertama dalam sejarah yang melakukan kegiatan homoseksual dan lesbian. Kisah Nabi Luth ini tercantum pada beberapa ayat Al Qur’an salah satunya Q.S Al-A’Araf ayat 80.

Sudah dijelaskan oleh para ulama bahwa menyikapi LGBT sama dengan menghadapi perbuatan haram lainnya seperti maksiat, minum-minuman keras, berjudi dan sebagainya, dan cara menghindarinya adalah:

  1. Menutup segala celah pornografi misalnya dari gadget, orang tua harus aktif dalam hal ini.
  2. Diadakan kajian atau seminar mengenai bahaya LGBT di sekolah-sekolah.
  3. Adanya undang-undang yang melarang adanya LGBT sehingga hal ini tidak menyebar semakin parah.
  4. Diadakan penyuluhan keagamaan mengenai LGBT yang menyimpang dari aturan agama.

LGBT juga berbahaya bagi diri sendiri, hal tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja karena dampaknya sangat besar. LGBT bisa membahayakan kesehatan, pendidikan dan moral seseorang. Misalnya :

  1. Dampak bagi kesehatan yaitu HIV/AID, kanker anal atau dubur, kanker mulut dan meningitis.
  2. Dampak bagi pendidikan yaitu LGBT juga mempengaruhi pendidikan seseorang. Sebab faktanya, seorang LGBT memiliki permasalahan putus sekolah 5 kali lebih besar dibandingkan dengan siswi atau siswa normal.

Dengan hal-hal tersebut, diharapkan LGBT dapat dicegah dan penyebarannya tidak semakin luas. Karena LGBT merupakan suatu masalah kejiwaan yang perlu ditangani oleh semua pihak baik dari pelaku maupun lingkungan sekitar. Mengubah pandangan tentang LGBT membutuhkan waktu dan upaya. Namun, dengan saling menghormati dan bertoleransi, kita dapat membangun masyarakat yang lebih inklusif dan manusiawi bagi semua. (RED_NVI&RED_IFI)

Sumber: http://republika.com, https://rmol.id.com

Destinasi Ekowisata Masjid Istiqlal


Hai, Sobat Pio! Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara dan terbesar ke-6 di Dunia. Masjid Istiqlal dapat menampung hingga 200.000 Jamaah dengan ruang utama dapat menampung sekitar 61.000 orang, masjid Istiqlal terletak di jalan Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Nama Istiqlal berasal dari bahasa Arab yang artinya “Kemerdekaan” karena pada saat itu Indonesia baru merdeka dan sedang menyusun lambang kemerdekaan bagi indonesia. Pembangunan masjid Istiqlal ini pertama kali dicetuskan oleh Wahid Hasyim, seorang tokoh muslim dan mantan menteri Agama Indonesia, pada tahun 1949. Kemegahan arsitektur masjid Istiqlal perpaduan antara modern dan tradisional Indonesia yang merupakan hasil karya Friedrich Silaban seorang arsitek keturunan Batak. Dengan bangunan utamanya terdiri dari 5 lantai dan 1 lantai dasar.

Keberadaan Masjid Istiqlal merupakan simbol kerukunan karena letaknya yang bersebrangan dengan Katedral. Dengan memiliki fasilitas yang cukup memadai seperti perpustakaan, ruang pertemuan, area parkir luas, akses lift bagi penyandang disabilitas serta lansia. Masjid Istiqlal pun tidak hanya menjadi tempat untuk melaksanakan ibadah sholat saja akan tetapi para jamaah juga dapat mengikuti kajian agama, mengikuti seminar, dan dapat menikmati kuliner halal di sekitaran masjid. Pada perkembangan nya saat ini terdapat jumlah peningkatan minat kunjungan wisatawan terhadap destinasi religi Masjid Istiqlal.

Terlebih tidak hanya peningkatan jumlah kunjungan, akan tetapi peningkatan jumlah pendapatan yang dirasakan oleh para pelaku usaha, maupun masyarakat lokal yang ikut terlibat langsung dalam berjalannya destinasi ekowisata religi. Wisata religi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat, dengan peningkatan pendapatan sekitar 25% di daerah yang memiliki lokasi wisata religi popular. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat mulai sadar akan pentingnya nilai spiritualitas pada setiap diri manusia yang mana itu harus tetap dijaga dan juga di tingkatkan. (RED_KNF)

Sumber : https://kompasiana.com

Menyayangi Anak Yatim


Hai, Sobat Pio! Kalian pasti pernah melihat atau bahkan melakukan santunan anak yatim?. Santunan anak yatim termasuk bentuk menyayangi anak yatim loh. Menyayangi anak yatim adalah tindakan yang penuh makna dan berdampak besar. Dengan memberikan dukungan materi, pendidikan, emosional, dan sosial, kita membantu mereka mengatasi tantangan yang mereka hadapi dan membuka jalan untuk masa depan yang lebih baik. Anak yatim sering kali menghadapi berbagai kesulitan setelah kehilangan orang tua. Mereka mungkin menghadapi kekurangan dalam kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan pendidikan. Selain itu, mereka juga sering merasakan kehilangan emosional yang mendalam.

Menyayangi anak yatim bisa di lakukan dengan Menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal adalah cara langsung untuk membantu anak yatim. Anda bisa terlibat dalam program donasi atau menjadi sponsor anak yatim melalui lembaga amal. Mendukung biaya pendidikan, memberikan bantuan belajar, atau menjadi mentor. Pendidikan memberikan anak yatim alat untuk membangun hidup mereka dan meningkatkan peluang mereka di masa depan. Menunjukkan perhatian dan kasih sayang. Sederhana seperti menghabiskan waktu bersama mereka, mendengarkan cerita mereka, atau sekadar memberikan dukungan moral dapat memiliki dampak besar. Hubungan yang positif dan dukungan emosional membantu anak yatim merasa diperhatikan dan dicintai. Mengajak anak yatim untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, seperti olahraga atau seni, dapat membantu mereka membangun rasa percaya diri dan keterampilan sosial. Ini juga memberikan mereka kesempatan untuk merasa menjadi bagian dari komunitas.

Menyayangi anak yatim adalah tindakan yang penuh makna dan berdampak besar. Dengan memberikan dukungan materi, pendidikan, emosional, dan sosial, kita membantu mereka mengatasi tantangan yang mereka hadapi dan membuka jalan untuk masa depan yang lebih baik. Melalui keterlibatan aktif dan kepedulian, kita dapat berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang lebih peduli dan inklusif. Mari bersama-sama membangun dunia yang lebih baik untuk anak-anak yang membutuhkan. (RED_AHA)

Sumber : http://www.infaqberkah.com

Santunan Anak Yatim


Hai, Sobat Pio! Santunan anak yatim merupakan tindakan yang mulia dan membawa berbagai pahala yang menjadi salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Menyantuni anak yatim artinya menanggung seluruh tanggung jawab ayah dari anak-anak tersebut. Memberikan santunan kepada anak yatim yaitu dengan menyalurkan sejumlah harta kekayaannya di jalan Allah SWT. tidak hanya materi tetapi juga kasih sayang. Pada hari Jum’at, 2 Agustus 2024 di SMK Negeri 2 Kediri menyelenggarakan acara santunan anak yatim sebagai aksi nyata kepedulian dan solidaritas kepada mereka yang membutuhkan. Acara hari ini mengusung tema BERIMAN “Berbagi Keberkahan Mengukir Kebaikan dalam Kebersamaan”, tema tersebut dipilih karena acara ini bertepatan dengan tahun baru Islam, selain itu tujuan adanya acara ini untuk mendapatkan keberkahan, mengukir kebaikan bersama-sama dan menunjukkan kepada siswa-siswi pentingnya berbagi.

Acara santunan anak yatim melibatkan partisipasi dari kepala sekolah, waka kesiswaan, guru dan diselenggarakan oleh DJM (Dewan Jamaah Masjid) yang juga dibantu ekstrakurikuler lain. Selain itu, siswa-siswi juga berpartisipasi dengan memberikan donasi untuk acara santunan. Dana santunan anak yatim diberikan kepada mereka yang maksimal berada dibangku kelas 4 sekolah dasar, karena sasaran utamanya adalah anak yatim yang belum baligh. Adapun rangkaian acara yaitu diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al Qur’an, sambutan ketua panitia, sambutan kepala sekolah, acara santunan, mauidzoh dan doa. Acara ditutup dengan lantunan sholawat bersama-sama Setelah acara santunan, Bapak Drs. Ahmad Bashtomi, membawakan materi “Mencari Ridho Allah SWT. dengan Menyantuni Anak Yatim Melalui Kehidupan yang Sukses”. Beliau mengatakan bahwa kebutuhan peserta didik pada masa kini adalah kesuksesan dalam menggapai kehidupan melalui spiritualitas dan moralitas sesuai tuntunan Rasulullah Saw.

Salah satu panitia acara mengatakan bahwa dalam mempersiapkan acara ini membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Hal tersebut dikarenakan adanya kendala yaitu pihak sekolah belum memberikan jadwal pelaksanaan acara yang pasti, sehingga acara hari ini dapat dianggap mendadak bagi panitia. Dengan suksesnya acara santunan anak yatim pada hari ini, diharapkan bahwa semangat berbagi dan rasa kepedulian terhadap sesama akan terus terjaga, acara ini mengajarkan siswa-siswi tentang nilai-nilai moral dan etika yang merupakan aksi nyata dari pendidikan karakter yang diajarkan oleh sekolah. Perwakilan panitia berharap bahwa ditahun depan tidak ada kendala seperti hari ini, sehingga panitia bisa memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan acara setidaknya satu bulan sebelum pelaksanaan acara. Semoga suatu saat dapat melibatkan orang tua atau wali murid untuk menyiarkan sentuhan serta kepedulian dan kepekaan sosial terhadap anak yatim. (RED_NVI&RED_IFI)

Narasumber:

Vergio Satria Ramadhani P. (XI AK 1 – Ketua Panitia)

Bapak Drs. Ahmad Bashtomi (Guru Pemateri)