Tradisi Unik Hari Raya Waisak di Berbagai Negara


Hai Sobat Pio! Ternyata hari Rabu, 26 Mei 2021 diperingati sebagai Hari Raya Waisak yang ke-2565. Taukah kalian apa Hari Raya Waisak itu? Hari Raya Waisak atau biasa disebut dengan Trisuci Waisak merupakan perayaan yang dilakukan untuk memperingati kelahiran Sang Buddha dengan berbagai tradisi unik di beberapa negara. Kata Waisak berasal dari bahasa Sansekerta Vesakha yang merupakan nama bulan dalam kalender Buddhist. Trisuci Waisak biasanya bertepatan pada bulan April, Mei, dan Juni dalam kalender Masehi. Sesuai dengan namanya, Trisuci Waisak memilik tiga peristiwa penting yaitu lahirnya Pangeran Siddharta Gautama, pencapaian penerangan sempurna, dan pencapaian parinibbana. Hari Raya Waisak menjadi sebuah perayaan yang besar setiap tahunnya dengan melakukan beragam ritual dan tradisi unik yang menjadi kebiasaan masyarakat sekitar. Namun, semua itu dilakukan tanpa menghilangkan makna yang terkandung dalam perayaan, sehingga bisa mengambil nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi. Apa aja sih tradisi unik Hari Raya Waisak di berbagai negara? Untuk lebih jelasnya simak pembahasan berikut ini ya.
1. Indonesia
Meski penganut Buddha di Indonesia tidak sebanyak penganut agama lainnya, namun bukan berarti perayaan Waisak ini tidak digelar dengan meriah dan unik. Pada saat malam perayaan puncak Waisak, biasanya semua acara akan dilakukan di Candi Borobudur, di mana umat Buddha berkumpul untuk menyalakan lilin dan memasukkannya ke dalam lentera. Lentera ini kemudian diterbangkan ke udara secara bersama-sama, sehingga akan terlihat sangat indah di langit malam yang gelap. Kegiatan ini dilakukan untuk menyambut hari baru dalam hidup umat Buddha.
2. Nepal
Umat Buddha di Nepal akan beramai-ramai menuju Lumbini untuk merayakan Hari Raya Waisak. Dalam momen yang penting itu, mereka berbuat kebaikan dengan memberi sumbangan kepada orang yang membutuhkan. Selain itu, mengunjungi wihara untuk memberi penghormatan kepada Sang Buddha. Bentuk perayaan utama lainnya adalah berdoa di Monkey Temple.
3. Korea Selatan
Bagi umat Buddha yang berada di Korea Selatan, Hari Raya Waisak menjadi sebuah perayaan besar yang selalu ditandai dengan acara menghias candi di wilayah tersebut. Ratusan lentera cantik berbentuk teratai akan dinyalakan untuk menerangi candi di kegelapan malam. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tradisi untuk mengenang kelahiran Sang Buddha ke dunia ini.
Jadi, perayaan Waisak bukanlah sebuah ritual semata-mata bagi umat Buddha. Setiap perayaan patut untuk diapresiasi dan dihargai sebagai budaya dan tradisi sebuah bangsa. Turut merayakan dan merasakan makna perayaan itu sendiri, dapat memberikan rasa kebersamaan dan toleransi terhadap saudara-saudara kita yang merayakannya. Selamat Hari Raya Waisak yang ke-2565. Sekian artikel edisi kali ini, semoga bermanfaat ya, Sobat Pio. (RED_SSS)

Sumber : HYPERLINK “https://www-cermati-com” https://www-cermati-com

Tibanya Malam Lailatul Qadar


 

Hai Sobat Pio! kalian pasti tahu kan, apa itu malam Lailatul Qadar? Ya, malam Lailatul Qadar adalah malam yang paling ditunggu-tunggu umat muslim di bulan Ramadhan, karena malam Lailatul Qadar adalah malam yang paling baik dari seribu bulan. Kalian mau tau nggak, kapan sih malam Lailatul Qadar itu? Mari kita simak.

Malam Lailatul Qadar adalah malam ketika Allah SWT. pertama kali menurunkan wahyu berupa ayat-ayat Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Saat itu, ayat yang disampaikan malaikat Jibril adalah surat al-Alaq ayat 1-5. Dari peristiwa tersebut, malam Lailatul Qadar dikatakan sebagai malam yang lebih baik daripada seribu malam yang ada, karena menjadi malam dimana wahyu pertama dari Allah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, tanda-tanda turunnya malam Lailatul Qadar adalah:

Sinar matahari yang teduh

Tibanya Lailatul Qadar ditandai dengan kemunculan matahari bersama sinarnya yang sangat meneduhkan, tidak panas namun cerah. Hal ini dijelaskan oleh sabda Nabi Muhammad SAW. yang berbunyi, “Keesokan hari malam Lailatul Qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan.”

Udara terasa sejuk

Tanda yang kedua adalah saat Lailatul Qadar muncul, udara sejuk akan menyelimuti permukaan bumi, seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW, “Lailatul Qadar adalah malam yang tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah.”

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh HR. Bukhari, Nabi Muhammad SAW. pernah memerintahkan kepada Aisyah, “Carilah Lailatul Qadar itu pada tanggal ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” Jadi, dapat diartikan bahwa terjadinya Lailatul Qadar adalah saat 10 hari terakhir pada bulan suci Ramadhan di tanggal ganjil.

Keutamaan malam Lailatul Qadar adalah pada malam itu dosa umat muslim akan diampuni. Pada malam Lailatul Qadar, Allah SWT. membuka lebar-lebar pintu ampunan bagi siapa saja yang meminta ampun kepada-Nya. Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh dengan kebaikan.

Nah, itu tadi penjelasan tentang malam Lailatul Qadar dan apa keutamaannya. Bulan Ramadhan akan berakhir sepuluh hari lagi loh sobat Pio, maka dari itu kita harus banyak-banyak berdoa dan beribadah kepada Allah SWT. ya. Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat. (RED_ASA)

Sumber : www.bisnis.com

 

Peringatan Isra’ Mi’raj di SMK Negeri 2 Kota Kediri


Hai Sobat Pio, kalian tahukan Isra’ Mi’raj itu apa? Isra’ Mi’raj adalah awal mula diturunkannya perintah sholat lima waktu melalui perantara Nabi Muhammad SAW. Peristiwa Isra’ Mi’raj sendiri terjadi selama satu hari satu malam. Isra’ Mi’raj adalah dua peristiwa yang berbeda. Isra’ adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Sedangkan Mi’raj adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad dari bumi ke Sidratul Muntaha, yaitu  langit ke tujuh yang merupakan tempat tertinggi.

Di SMK Negeri 2 kali ini acara Isra’ Mi’raj berlangsung tidak seperti dulu. Karena adanya pandemi, yang mengikuti acara kali ini hanyalah beberapa guru dan perwakilan organisasi serta perwakilan kelas saja. Acara kali ini mengangkat tema “ROHANI” kepanjangan dari Reorienting Our Heads And Minds dan judulnya yaitu “Wujudkan Akhlakul Karimah Melalui Tiang Agama”. Pengisi kajian kali ini adalah K.H.Abdul Manaf dari Pondok Ploso Al Falah.

Acara Isra’ Mi’raj yang biasanya meriah dan diikuti oleh seluruh siswa SMK Negeri 2 Kota Kediri kini tidak semeriah tahun lalu, dan acara yang biasanya dilakukan di aula sekarang berpindah di hall SMK Negeri 2 Kota Kediri. Lomba-lomba kali ini pun juga dilakukan secara virtual tidak seperti biasanya yang diadakan secara offline, diantaranya yaitu OOTD busana muslim, membuat cerita islami, dan TTS.

Dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini kita dapat mengambil beberapa hikmahnya antara lain yaitu:

  1. Diajarkan untuk berkhalwah (menyepi) dan pengkhususan.
  2. Waktu dikabulkannya doa.
  3. Waktu terbaik yang dijanjikan.
  4. Percaya akan hal ghaib.
  5. Percaya bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan.
  6. Menjalankan sholat lima waktu. Dan masih banyak lagi hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa tersebut.

Nah Sobat Pio, sekian artikel tentang penjelasan peristiwa Isra’Mi’raj serta hikmahnya. Semoga bermanfaat. (RED_RAA&SBI)

Narasumber: Eka Lutfiana XI OTKP 2 dan Nabila Syawal M. XI AKL 2

Sumber: https://m.merdeka.com

Hukum Ghibah Menurut Islam


Hai, Sobat Pio! Kali ini kita akan membahas hukum ghibah. Hayo, Sobat Pio suka ghibah atau tidak? Kira-kira hukumnya apa, sih? Yuk, kita simak!

Ghibah atau gosip adalah membicarakan perilaku orang lain, biasanya terkait dengan hal-hal yang negatif. Lalu, bagaimana hukum ghibah? Menurut Ulama, hukum ghibah ada 3, yaitu:

  1. Haram

Hukum gosip dikatakan haram ketika mengatakan aib sesama muslim yang telah dirahasiakan. Aib yang berkaitan dengan bentuk fisik maupun perilaku yang berkaitan dengan duniawi maupun agama. Juga, ghibah termasuk haram bukan hanya bagi pembawa gosip, namun juga bagi pendengar yang mendengarkan dan mengakuinya. Sebagaimana yang dikatakan Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar.

Dalil tentang hukum haram ghibah :

وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Artinya: “Dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S Al-Hujurat : 12)

  1. Boleh

Imam Nawawi dalam Riyadus Shalihin 2/182 membagi gosip atau ghibah yang dibolehkan menjadi enam sebagai berikut:

  1. At-Tazhallum, orang yang terzalimi boleh menyebutkan perbuatan orang yang menzaliminya. Tentunya hanya bersifat pengaduan kepada orang yang memiliki qudrah (kapasitas) untuk melenyapkan kezaliman.
  2. Isti’ānah (meminta pertolongan), untuk merubah atau menghilangkan kemunkaran, seperti mengatakan kepada orang yang diharapkan mampu menghilangkan kemungkaran: “Fulan telah berbuat begini (perbuatan buruk). Cegahlah dia.”
  3. Al-Istifta’ (meminta fatwa) atau nasihat seperti perkataan peminta nasihat kepada mufti (pemberi fatwa): “Saya dizalimi oleh ayah atau saudara, atau suami.”
  4. At-tahdzīr lil muslimīn (memperingatkan orang-orang Islam) dari perbuatan buruk dan memberi nasihat pada mereka.
  5. Orang yang menampakkan kefasikan dan perilaku maksiatnya. Seperti menampakkan diri saat minum miras (narkoba), berpacaran di depan umum, dll.
  6. Memberi julukan tertentu pada seseorang. Apabila seseorang dikenal dengan julukan

 

  1. Wajib

Adakalanya menyebut aib orang lain itu wajib, namun dalam situasi di mana dirinya bisa menyelamatkan seseorang dari sesuatu yang berpotensi kurang baik. Misalnya, ketika salah seorang memberitahu sahabatnya bahwa sahabat temannya hendak mencuri barangnya, dan sebagainya.

Dalil tentang hukum wajib ghibah

لا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلا مَنْ ظُلِمَ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

Artinya: “Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S An-Nisa 4:148)

Sobat Pio, tentunya sekarang sudah tahu hukum ghibah. Seperti yang sudah kita simak. Mulai sekarang kita harus bisa memilah mana ghibah yang wajib, haram maupun boleh. Jadi, dari sini yang dulunya suka ghibah yang dapat menimbulkan dosa segera dihentikan, ya! ( RED_MNR&SBI)

 

Sumber : https://www.alkhoirot.net/

Amalan Ringan dengan Pahala Besar


Hai, Sobat Pio! Gimana kabarnya? Semoga kita selalu dalam lindungan serta rahmat  Allah Swt. Kali ini kita akan membahas amalan ringan yang berpahala besar. Mari kita simak bersama-sama.

Banyak sekali amalan sederhana yang dapat dilakukan dan mungkin dianggap remeh oleh sebagian orang. Namun, tanpa disadari amalan-amalan tersebut memiliki manfaat dan menjadi sumber pahala besar. Kira-kira Sobat Pio tahu tidak amalan apa saja itu? Amalan itu terdiri dari:

1. Berdzikir. Dzikir memanglah amalan yang sederhana tetapi melakukan dzikir dengan khusyu’ dan sungguh-sungguh merupakan jalan untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Dzikir “Subhânallâh wa bihamdihi, Subhânallahil ‘azhîm”. Dari Abu Hurairah ra. Nabi beliau bersabda, “Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan,”

2. Membaca ayat kursi selepas shalat dan hendak tidur. Abu Umamah al-Bahily  ra. berkata, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang membaca ayat kursi setelah setiap shalat wajib, niscaya tidak ada yang menahannya masuk  melainkan kematian” (H.R. an-Nasâi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam kitab Shahih al-Jami’, no. 6464)

3. Bersholawat atas Nabi. Dari Anas bin Malik ra. berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bershalawat atasku satu shalawat maka niscaya Allah bershalawat atasnya sepuluh shalawat, dihapuskan darinya sepuluh dosa dan diangkatkan untuknya 10 tingkatan.” (H.R. an-Nasâi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam Shahih al-Jami’, no. 6359)

4. Membaca Al-Qur’an. Dari Abdullah bin Mas’ud ra. Nabi bersabda, “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Qur’an maka dia mendapat satu pahala kebaikan. Dan setiap satu pahala itu dilipatkan menjadi 10 kali….” (H.R. at-Tirmidzi, ath-Thabrani dan dinilai shahih oleh al-Albani)

5. Sebelum subuh lakukan sholat Sunnah dua rakaat. Dari ‘Aisyah i, Nabi  bersabda, “Dua rakaat sebelum subuh lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” (H.R. Muslim)

6. Menjawab adzan dan membaca doa setelah adzan. Dari Jabir bin Abdillah ra. Nabi bersabda, “Barang siapa yang mendengarkan adzan kemudian dia membaca do’a yang artinya (Ya Allah, Rabb pemilik panggilan yang sempurna dan shalat wajib yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad wasilah dan fadhilah. Bangkitkanlah beliau ke tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya) maka dia berhak mendapat syafaatku pada hari kiamat.” (H.R. Bukhari)

Nah Sobat Pio, amalan-amalan ringan diatas dapat sobat amalkan agar mendapatkan pahala sekaligus melaksanakan Sunnah. Sobat Pio, manfaatkanlah waktu dengan baik agar hidup lebih bermanfaat. Mari terapkan amalan-amalan diatas pada kehidupan sehari-hari dan jangan lupakan amalan wajibnya ya. (RED_MNR&RAA)

Sumber : https://dppai.uii.ac.id

Peringatan Maulid Nabi


Hai, Sobat Pio! Kalian ingat tidak ini hari apa? Tentunya kalian ingat dong? Hari ini adalah peringatan Maulid Nabi. Tepatnya tanggal 12 Rabi’ul Awal 1442 H yang bertepatan tanggal 28 Oktober 2020 M. Nah, kebetulan di edisi kali ini kita akan membahas Maulid Nabi Muhammad SAW. Mari kita simak.

Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal di Kota Mekah. Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muthalib dan ibunya bernama Aminah binti Wahab. Sang ayah meninggal dunia sebelum Nabi Muhammad lahir dan ibunya mengembuskan napas terakhir saat Nabi berusia 6 tahun. Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Rasulullah SAW. Peringatan ini diharapkan mampu menjadi momentum untuk membangkitkan semangat dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW.

Di Indonesia sendiri sejarah Maulid Nabi Muhammad dikembangkan dan disebar luaskan oleh Wali Songo sekitar tahun 1404 M. Peringatan tersebut bertujuan menarik hati masyarakat untuk memeluk agama Islam. Maka dari itu, Maulid Nabi juga dikenal dengan nama peringatan Syahadatin. Selain itu, perayaan ini juga dikenal dengan Grebeg Mulud karena cara masyarakat merayakan Maulid Nabi dengan menggelar upacara Nasi Gunungan.

Berikut beberapa hikmah memperingati Maulid Nabi, diantaranya yaitu :

  1. Mendorong orang untuk senantiasa bersholawat.
  2. Ungkapan kegembiraan dan kesenangan dengan beliau. Bahkan orang kafir saja mendapatkan manfaat dengan kegembiraan itu (Ketika Tsuwaibah, budak perempuan Abu Lahab, paman Nabi, menyampaikan berita gembira tentang kelahiran sang Cahaya Alam Semesta itu, Abu Lahab pun memerdekakannya. Sebagai tanda suka cita. Dan karena kegembiraannya, kelak di alam baqa’ siksa atas dirinya diringankan setiap hari Senin tiba).

3.Meneladani perilaku dan perbuatan mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan kita.

4.Melestarikan ajaran dan misi perjuangan Rasulullah dan para Nabi. Sesaat sebelum mengembuskan nafas terakhir, Rasul meninggalkan pesan pada umat yang amat dicintainya ini.

Seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw :

مَنْ أَحَبَّنِى كَانَ مَعِيْ فِي الْجَنـَّةِ

“Barang siapa yang senang, gembira, dan cinta kepada saya maka akan berkumpul bersama dengan saya masuk surga”.

Dalam sebuah hadits dikatakan :

مَنْ عَظَّمَ مَوْلِدِىْ كُنْتُ شَفِيْعًا لَهُ يَـوْمَ الْقِيَا مَةِ. وَمَنْ أَنْفَقَ دِرْهَمًا فِى مَوْلِدِى فَكَأَ نَّمَا اَنْفَقَ جَبَلاً مِنْ ذَ هَبٍ فِى سَبِيْلِ اللهِ

“Barang siapa yang memuliakan / memperingati hari kelahiranku maka aku akan memberinya syafa’at pada hari kiamat. Dan barang siapa memberikan infaq satu dirham untuk memperingati kelahiranku, maka akan diberi pahala seperti memberikan infaq emas sebesar gunung fi sabilillah.”

Jadi begitu, Sobat Pio sejarah dan beberapa hikmah memperingati Maulid Nabi. Maka dari itu kita sebagai umat muslim harus meneladani perilaku dan perbuatan Rasulullah dalam memperingati hari lahir Rasulullah dengan hal yang positif dan mulia.(RED_MNR&SBI)

Sumber : https://news.detik.com

https://www.kompasiana.com

Puasa Ayyamul Bidh


Hai Sobat Pio! Kalian pasti sudah sering dengar kan apa itu puasa Ayyamul Bidh? Yap, puasa yang dilakukan pada pertengahan bulan Hijriah, yaitu tanggal 13-15 setiap bulan dan puasa ini hukumnya sunnah ya. Kita dianjurkan untuk melakukan puasa ini, selama 3 hari.

Dalam bahasa Arab, “Ayyamul Bidh” artinya “hari-hari putih”. Mengapa demikian? Karena pada momen puasa Ayyamul Bidh, rembulan sedang dalam keadaan purnama yang terang benderang sehingga dinamakan puasa di hari-hari putih (Ayyamul Bidh).

Puasa Ayyamul Bidh ini dilaksanakan pada Bulan September 2020 bertepatan dengan Muharam 1442 H, puasa ini dapat dikerjakan pada tanggal 1-3 September. Selain itu, pada akhir September juga sudah masuk pada hari pertama Ayyamul Bidh bulan Safar, yaitu 30 September 2020. Jadi dalam waktu dekat ini kita dianjurkan untuk puasa Ayyamul Bidh bulan Safar.

Ketentuan puasa Ayyamul Bidh ini dirujuk dari teladan Nabi Muhammad SAW berdasarkan hadist yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas r.a. : “Rasulullah SAW biasa berpuasa pada Ayyamul Bidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar,” (H.R. Nasai).

Dirujuk dari sabda Nabi Muhammad SAW: “Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun,” (H.R. Bukhari). Sekarang kita tahu kan, kenapa kita dianjurkan berpuasa? Ya karena kita akan mendapat pahala seperti berpuasa sepanjang tahun.

Niat puasa Ayyamul Bidh bisa dilafalkan ketika fajar sudah terbit, selama belum melakukan semua hal yang bisa membatalkan ibadah puasa. Atau pada malam hari seperti di bulan Ramadhan. Niat puasa bisa diniatkan dalam hati atau dilafalkan. Jika dilafalkan berikut niatnya : “Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta’ala”

Artinya: “Saya berniat berpuasa besok pada Ayyamul Bidh, sunah karena Allah Ta’ala.”

Nah, jadi begitu Sobat Pio pembahasan tentang puasa Ayyamul Bidh. Bagi Sobat Pio yang tidak berhalangan dianjurkan untuk puasa, ya. Semoga kita mendapatkan pahala dan keutamaan dari puasa ini. Aamiin. (RED_MNR&SBI)

Sumber: https://tirto.id/

https://m.bisnis.com/

Ayo Puasa Di Bulan Muharram


Hai Sobat Pio, kali ini kita akan bahas hikmah puasa Tasu’a dan ‘Asyura. Apa sih puasa Tasu’a dan ‘Asyura itu? Gimana niatnya? Apa kelebihannya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut. Mari simak kelanjutannya.

Sobat Pio, puasa ‘Asyura adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram dan merupakan puasa sunnah yang utama. Sedangkan puasa Tasu’a merupakan puasa pada tanggal 9 Muharram. Sebenarnya ada tiga tingkatan, seperti yang dikatakan Al-Imam Asy-Syaukani dan Al-Hafidz Ibnu Hajar, yaitu “Yang pertama puasa di hari ke-10 saja, tingkatan kedua puasa di hari ke-9 dan ke-10, tingkatan ketiga puasa di hari 9,10, dan 11.”

Puasa tanggal 9 dan 11 merupakan pembeda dari Kaum Yahudi. Karena Kaum Yahudi pada tanggal 10 juga melakukan puasa, untuk  memperingati selamatnya Nabi Musa A.S. beserta pengikutnya, tenggelamnya Fir’aun beserta pengikutnya dan juga untuk berjaga-jaga jika tanggal 10 jatuh pada tanggal 9 atau 11 (karena kesalahan hisab). Bulan Muharram adalah bulan mulia. Saat Rasulullah ditanya puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan,  jawaban Beliau adalah puasa pada Bulan Allah SWT.  (Muharram).

Hikmah dari puasa tersebut, yaitu yang pertama, melaksanakan sunnah Rosul. Nabi Muhammad SAW. menganjurkan untuk berpuasa pada hari tersebut. Bahkan Beliau menyengaja untuk melaksanakan puasa ini. Kedua, sebagai wujud syukur karena Allah SWT. telah menyelamatkan hamba-Nya. Pada tanggal 10 ini ada banyak peristiwa baik salah satunya, diselamatkannya Nabi Musa A.S. beserta pengikutnya dari Fir’aun dan juga taubat Nabi Muhammad SAW. diterima oleh Allah SWT. Ketiga, menghapus dosa setahun yang lalu. Rasulullah SAW. bersabda, “Puasa ‘Asyura aku memohon kepada Allah SWT. agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim). Imam an-Nawawi berkata “Keutamaannya menghapus semua dosa-dosa kecil atau boleh dikatakan menghapus seluruh dosa kecuali dosa besar.” (Majmu’ Syarah al-Muhadzzab, an-Nawawi 6/279).

Berikut niat puasa di bulan Muharram :

1.Bacaan niat puasa Tasu’a

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit taasuu’aa sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: saya niat puasa Tasu’a, sunnah karena Allah Ta’ala

2.Bacaan niat puasa ‘Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ فِيْ يَوْمِ عَاشُوْرَاء سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma fii yaumi aasyuuroo’ sunnatan lillaahi ta’aalaa

Artinya: saya niat puasa ‘Asyura, sunnah karena Allah Ta’ala

Nah,  jadi seperti itu Sobat Pio. Jangan lupa puasa pada hari Tasu’a dan ‘Asyura yaa. Semoga mendapat hikmahnya dan rahmat dari Allah SWT. (RED_MNR&SBI)

 

Sumber:

Sejarah Kalender Hijriah


Halo Sobat Pio, gimana kabar kalian? Kali ini kita akan membahas tentang sejarah tahun Hijriah. Pasti kalian penasaran kan? Mari kita simak sama-sama tentang sejarah tahun Hijriah. Sobat Pio, gak nyangka ya, sebentar lagi kita udah memasuki tahun baru 1442 Hijriah. Yang bertepatan pada tanggal 19 – 20 Agustus 2020 Masehi. Gak kerasa, Bumi sudah makin tua ya.
Tahun Baru Islam bermula pada masa Umar bin Khattab R.A. tepatnya 6 tahun pasca-wafatnya Nabi Muhammad SAW. Kalender ini juga berbeda dari kalender Masehi, karena kalender ini berpatokan pada rotasi bulan. Yang membuat kalender Masehi dan kalender ini berbeda 11-12 hari. Tahun baru Islam merupakan tahun baru yang diperingati oleh umat Muslim di seluruh dunia yang menandakan bergantinya Tahun Hijriah sebagaimana kalender Islam. Nama Tahun Hijriah sendiri berasal dari mulainya tahun tersebut pada saat hijrahnya Rasulullah SAW. ke Madinah.
Asal mula pembentukan Kalender Hijriah yaitu, terdapat kendala saat mengarsipkan surat oleh Abu Musa Al-Asy’ari. Dari situ Khalifah Umar bin Khattab memutuskan untuk membuat Kalender Islam yang akan digunakan oleh kaum Muslimin. Khalifah Umar mengumpulkan para ahli dan sahabat Rasulullah untuk melakukan musyawarah menetapkan kalender tersebut. Penentuan tahun 1 Hijriah, terdapat beberapa usulan untuk menentukan awal tahun Hijriah. Ada yang mengusulkan saat kelahiran Nabi Muhammad SAW, dan saat pengangkatan Nabi Muhammad SAW menjadi Rasul. Namun yang dipilih adalah saat Rasulullah hijrah ke Madinah yang mana diusulkan oleh Ali bin Abi Thalib, dan juga berdasarkan firman Allah SWT.
”Peristiwa Hijrah menjadi pemisah antara yang benar dan yang batil. Jadikanlah ia sebagai patokan penanggalan.” Kata Umar bin Khatab radhiyallahu’anhu mengutarakan alasan. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. (QS. At-Taubah:108).
Tahun Hijriah dimulai pada bulan Muharram, karena pada bulan ini Nabi berniat untuk melakukan hijrah, dan merupakan salah satu bulan yang istimewa. Jadi Sobat Pio, itu tadi sejarah singkat mengenai pembentukan Kalender Hijriah. Semoga dalam tahun baru ini kita menjadi orang yang lebih baik lagi dan senantiasa mawas diri. Jangan lupa juga untuk puasa di Bulan Muharram ya. (RED_MNR&SBI)
Sumber : – https://banjarmasin.tribunnews.com
– https://muslim.or.id
– https://tirto.id