Hai, Sobat Pio! Setiap manusia dalam perjalanan hidupnya akan dihadapkan pada berbagai fase kehidupan, mulai dari keberhasilan hingga kegagalan, kebahagiaan hingga kesedihan. Dalam setiap fase tersebut, sesungguhnya selalu terdapat kesempatan untuk melakukan refleksi diri. Waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan iman bukanlah menunggu keadaan menjadi sempurna melainkan ketika seseorang menyadari adanya kekurangan dalam dirinya. Kesadaran ini sering muncul saat manusia mengalami ujian, kekecewaan, atau kehilangan arah. Pada saat seperti inilah hati lebih peka, pikiran lebih terbuka, dan jiwa lebih siap menerima perubahan. Memperbaiki diri bukan sekedar memperbaiki sikap tetapi juga menata kembali niat, tujuan hidup, serta hubungan dengan Tuhan. Iman yang kuat akan menjadi pondasi utama dalam menghadapi dinamika kehidupan yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Selain muncul pada saat kondisi sulit, waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan iman juga hadir dalam keseharian yang tampak biasa. Rutinitas hidup sering kali membuat manusia lalai dan merasa cukup dengan keadaan yang ada padahal dalam kebaikan dapat menghambat pertumbuhan spiritual. Oleh karena itu, setiap waktu sejatinya adalah kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Memperbaiki iman dapat dimulai dari hal–hal sederhana, seperti meningkatkan kualitas ibadahnya, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. Proses ini membutuhkan konsistensi dan kesungguhan, sebab perubahan sejati tidak terjadi secara instan. Ketika seseorang menjadikan setiap hari sebagai momentum evaluasi diri, maka perbaikan diri dan iman akan berjalan secara berkelanjutan dan memberi dampak positif, baik bagi kehidupan pribadi maupun lingkungan sekitar.
Maka dari itu, waktu yang paling tepat untuk memperbaiki diri dan iman adalah sekarang. Menunda perubahan hanya akan memperpanjang jarak antara diri yang diharapkan dengan kenyataan yang dihadapi. Setiap detik yang berlalu merupakan bagian dari amanah hidup yang tidak dapat diulang. Dengan memperbaiki diri dan iman sejak dini, seseorang akan memiliki arah hidup yang lebih jelas, ketenangan batin yang lebih kuat, serta kemampuan untuk menghadapi masa depan dengan penuh keyakinan. Iman yang terpelihara akan membimbing manusia dalam mengambil keputusan yang bijaksana, sementara perbaikan diri akan melahirkan pribadi yang lebih matang dan bertanggung jawab. Oleh sebab itu, menjadikan waktu saat ini sebagai titik awal perubahan adalah langkah terbaik untuk membangun kehidupan yang lebih bermakna dan bernilai di hadapan Tuhan maupun sesama manusia.(RED_NBL)
Sumber : https://muhammadiyah.or.id
