


Saat berbuka, kita sering kali dianjurkan untuk memulai buka dengan makanan yang manis. Misalnya saja dengan buah kurma atau kolak yang rasanya manis. Akan tetapi, bagaimana dengan mengonsumsi banyak makanan manis saat berbuka? Baik untuk kesehatan atau justru berbahaya karena meningkatkan kadar gula dalam darah?
Hai sahabat, gimana kabar kamu di bulan Ramadhan ini? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, Amiinnn. Di bulan Ramadhan ini SMKN 2 Kediri mengadakan kegiatan PONDOK RAMADHAN dengan tema “Tingkatkan Pengendalian Diri Menuju Insan yang Bertaqwa” yang dilaksanakan mulai dari tanggal 13-25 Juni 2016, di dalamnya terdapat berbagai acara yaitu Tadarus, Sholat Dhuha, Materi kajian kehidupan sehari-hari, dan Laporan pendalaman tentang maslah keagamaan. Di dalam kegiatan ini seluruh siswa wajib mengikutinya dan semua guru terlibat dalam pelaksanaan pondok ramadhan untuk menyampaikan beberapa materi kajian. Siswa siswi sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut dan menyimak serta mencatat hal-hal penting yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar dapat menjadi insan yang bertaqwa. Hal ini disambut baik oleh Kepala Sekolah kita Bapak Edy dengan mengadakan waqaf 1000 Al Qur’an untuk kegiatan kerohanian di sekolah ketika pagi sebelum Kegiatan Belajar Mengajar. Waqaf 1000 Al Qur’an ini baru pertama kali diadakan di sekolah kita dan satu-satunya sekolah di Kota Kediri yang mengadakan kegiatan tersebut. Kegiatan ini mendapat apresiasi baik oleh Kementerian Agama Kota Kediri dan diharapkan agar seluruh sekolah di Kota Kediri dapat melaksanakan kegiatan tersebut.
Masjid Tiban adalah Masjid yang dibangun oleh Romo KH Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam pada tahun 1976. Masjid megah ini terletak di Desa Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Warga lokal memberi nama masjid itu dengan nama Masjid Jin. Menurut warga lokal konon masjid itu ada secara tiba-tiba tanpa diketahui bagaimana kisah dibangunnya. Bangunan megah itu bukanlah sebuah masjid melainkan Pondok Pesantren yang bernama Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah yang mempunyai makna Laut Madu atau ” Fadilah Rohmat “.
Karena masjid ini disebut-sebut tiba-tiba ada tanpa dibangun. Namun, ketika desas-desus ini dikonfirmasi kepada “orang dalam”, dikatakan bahwa pembangunan masjid yang sebenarnya merupakan kompleks pondok pesantren secara keseluruhan semua bersifat transparan karena masjid itu dibangun oleh santri dan jamaah. Bantahan dari “orang dalam” itu jelas sekali terpampang di depan meja penerima tamu dengan tulisan besar-besar, “Apabila ada orang yang mengatakan bahwa ini adalah pondok tiban (pondok muncul dengan sendirinya), dibangun oleh Jin dsb., itu tidak benar. Karena bangunan ini adalah Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah yang murni dibangun oleh para santri dan jamaah.”
Pondok Pesantren tersebut konon mulai dibangun pada tahun 1978 oleh Romo Kiai Haji Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam, atau yang akrab disapa Romo Kiai Ahmad. Bangunan utama pondok dan masjid tersebut sudah mencapai 10 lantai, tingkat 1 sampai dengan 4 digunakan sebagai tempat kegiatan para Santri Pondokan, lantai 6 seperti ruang keluarga, sedangkan lantai 5, 7, 8 terdapat toko-toko kecil yang di kelola oleh para Santriwati (Santri Wanita), berbagai macam makanan ringan dijual dengan harga murah, selain itu ada juga barang-barang yang dijual berupa pakaian Sarung, Sajadah, Jilbab, Tasbih dan sebagainya.
Tak hanya unik, di dalam pondok pesesantren tersebut juga tersedia kolam renang, dilengkapi perahu yang hanya khusus untuk dinaiki wisatawan anak-anak. Di dalam komplek pondok pesesantren itu juga terdapat berbagai jenis binatang seperti Kijang, Monyet, Kelinci, aneka jenis Ayam dan Burung. Arsitek dari pembangunan pondok pesesantren ini bukanlah seseorang yang belajar dari ilmu arsitektur perguruan tinggi, melainkan hasil dari istikharah pemilik pondok, KH Achmad Bahru Mafdloludin Sholeh. Karenanya, bentuknya menjadi sangat unik, seperti perpaduan Timur Tengah, China dan Modern. Untuk pembangunannya pun tidak menggunakan alat-alat berat dan modern seperti halnya untuk membangun gedung bertingkat. Semuanya dikerjakan oleh para santri yang berjumlah 250 orang dan beberapa penduduk di sekitar pondok. Romo Kiai sudah mulai membangun pondok dengan material apa adanya. Contohnya, waktu itu adanya baru Batu Merah saja maka Batu Merah itulah yang dipasang dengan luluh (adonan) dari Tanah Liat (Lumpur atau Ledok).
Sekian yaa sobat pio, semoga informasi tadi dapat meluruskan pandangan kita tentang Masjid Tiban ini yaa..
Assalamualaikum, sahabat pio !! Gimana nih kabarnya ? semoga sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT, aamiin. nah sobat pio kali ini kita akan membahas mengenai pondok romadhon SMKN 2 Kediri untuk kelas XI, yang diselenggarakan pada hari senin 13 juni 2016 di aula SMKN 2 Kediri. pada pondok romadhon kali ini munkin sekolah kita yang mengadakan paling lama, yaitu sampai 2 minggu lo sobat pio, kebayang gak gimana tuh baju – baju yang bakal di gunakan, huh pastinya banyak ya.
Gambar : http://4.bp.blogspot.com