Bulan Muharram 1440 H


     Hai sobat pio, apa kabar? Baik tentunya yaa. Kemarin SMK Negeri 2 Kediri mengadakan acara dalam rangka memperingati Bulan Muharram lho sboat, acara ini dilaksanakan pada tanggal 12 September 2018. Ada Talkshow yang dihadiri oleh 2 narasumber yaitu bapak Abdul Azis Kusman dari kasi Pais Kemenag Kabupaten Kediri yang menjabat sebagai kepala seksi penyelenggaraan Haji dan umrah dan bapak Abdul Basit sebagai kepala sekolah SMA Negeri 6 Kediri, nahh cukup epic kan narasumbernya? Hehe. Acara ini juga mengundang Alfa voice dari Man 2 Kediri yang pernah menjuarai juara 1 tingkat Jawa Timur. Peringatan Bulan Muharram ini sudah diadakan selama 3 tahun terakhir ini dan selalu ada santunan anak yatim pada tahun ini SMK Negeri 2 Kediri mengundang 25 anak yatim.
   

     Kalian tahu nggak sobat pio? Perbedaan peringatan Bulan Muharram tahun ini dengan tahun sebelumnya adalah tempat penyelenggaraannya yang dulu di aula dan sekarang berada di lapangan basket. Pembina mengharapkan kepada kepanitiaan supaya tahun berikutnya bisa menyediakan tempat yang bisa memuat untuk seluruh siswa SMK Negeri 2 Kediri. Harapan yang lain dari diselenggarakannya kegiatan ini supaya para siswa lebih meningkatkan sifat kedermawanannya dan bisa mempertahankan kegiatan santunan anak yatim.
 

     Bapak Abdul Aziz sangat mengapresiasi kegiatan keislaman di kalangan pelajar karena penentu masa depan adalah pada masa-masa belajarnya dengan bekal keilmuan dan tidak terpisahkan dengan nilai-nilai keislaman. Insyaallah nanti bisa jadi Paripurna di dalam kehidupannya sehingga manusia tidak hanya berpikir tentang kehidupan duniawinya tetapi memiliki visi kedepan bahwa kehidupan yang lebih kita harapkan. Yang kita nikmati adalah di awal akhir yakni bisa masuk di surga nya Allah subhanahu wa ta’ala, aminn. Dengan adanya kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah ini bisa kita sadari yang merupakan media strategis karena pembinaan itu sesama umur sesama emosi insya Allah nanti akan punya kenangan tersendiri punya suatu tanaman kebatinan. Sehingga dalam refleksi kehidupannya selalu bisa dirasakan pesan dari bapak Abdul Aziz ini adalah supaya siswa siswi SMK Negeri 2 Kediri ini bisa menekuni belajarnya dengan disiplin sesuai jurusan masing-masing kemudian bahwa seluruh ilmu ada kaitan nya dengan ilmu-ilmu Allah baik yang ada di dalam Al-Qu’ran maupun di dalam ayat ayat kauniyah yaitu adalah nyata aturan-aturan hukum Allah yang ada di semesta artinya tidak ada ilmu yang terpisah hakekatnya seluruh ilmu adalah saling berkaitan dan semua yang Allah ciptakan pasti mengandung nilai hikmah dan faedah dan sehingga yang namanya ilmu itu tidak ada yang tidak bermanfaat acara ini berjalan cukup lancar karena apresiasi dari seluruh siswa dan kerjasama dari panitia kerohanian dan panitia KTS yang sangat bertanggung jawab dan sangat hebat bisa mengatasi seluruh siswa SMK Negeri 2 Kediri tanpa adanya bantuan dari bapak ibu guru atau pihak luar pesan dari bapak Ahmad Bustomi yang sebagai pembinaan kerohanian SMK Negeri 2 Kediri supaya kegiatan berikutnya bisa ditambah lagi kepanitiaannya diambilkan perwakilan dari kelas agar supaya lebih efektif lagi bisa berjalan lebih baik kegiatan ini tujuannya untuk meningkatkan ketakwaan siswa SMK Negeri 2 Kediri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan tujuan yang lainnya agar siswa SMK Negeri 2 Kediri bisa berhijrah dari prestasi yang rendah menuju yang tinggi dari yang kurang ibadah menuju semangat yang tinggi dari kemaksiatan menuju ketaatan. Cukup sekian dulu ya sobat pio, sampai jumpa.

                                                                                                          (Red SY) 

Tertawa Berlebihan Tidaklah Baik


     Hai sobat pio, apa kabar? Semoga sehat selalu ya. Pada artikel kali ini kami membahas mengenai Tertawa Berlebihan Tidaklah Baik, nah pasti sobat berfikir mengapa itu bisa terjadi, dari pada penasaran simak berikut ini.
Tersenyum adalah aktivitas yang mulia, dimana tersenyum itu bisa bernilai ibadah non materi apabila kita memberikan senyuman yang terbaik dan ikhlas kepada siapa saja yang kita jumpai. Sebagaimana dijelaskan oleh Rosulullah SAW dalam sabdanya: “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah, senyum juga merupakan salah satu media idhkholus surur atau membahagiakan hati orang lain yang dapat mendatangkan pahala bagi Allah Ta’ala.”
Selanjutnya, tentang perbedaan tersenyum dan tertawa mana yang boleh dan tidak untuk kita lakukan. Dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah dijelaskan bahwa tertawa itu bisa berupa tersenyum dan juga terbahak-bahak.
Dalam penjelasan tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwa tersenyum merupakan tertawa ringan, sehingga diperbolehkan dalam syariat islam. Bahkan sebagian ulama menyebutkan bahwa tersenyum itu dianjurkan dan hal tersebut merupakan perkara sunnah.
     Rasulullah pun yang selama ini kita kenal sebagai figur teladan umat muslim senantiasa tersenyum dalam berbagai kesempatan beliau. Dijelaskan dalam suatu riwayat, sahabat Jabir Bin Abdullah berkata: “Rasulullah tak pernah melarangku untuk menemui beliau semenjak aku masuk Islam. Dan beliau tak pernah memandangku kecuali dalam keadaan tersenyum,” (H.R. Bukhari Muslim).
     Adapun tertawa itu diperbolehkan kecuali tidak berlebihan, dan hanya dijadikan temporer untuk menghibur hati, maka hal tersebut tidak dilarang. Karena hukum awalnya adalah mubah (boleh) kecuali ada dalil yang melarangnya.
     Masalahnya adalah jika aktivitas tertawa ini dilakukan sehari-hari maka tanpa kita sadari waktu kita akan terbuang sia-sia hanya untuk bercanda atau hal yang tidak berguna lainnya. Rasulullah menegaskan dalam sebuah hadist yang di riwayatkan Abu Hurairah: “Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa itu akan mematikan hati,” (H.R. Tirmidzi dan Baihaqi).
     Maka secara eksplisit dapat disimpulkan bahwa banyak tertawa itu akan mematikan hati dan segala perilaku yang dapat mematikan hati hukumnya adalah haram untuk dilakukan. Karena jika seseorang telah terserang penyakit hati maka si pemilik hati ini akan semakin jauh dari Allah Ta’ala dan segala macam sarana untuk mendekatkan diri kepada Rabbnya dengan begitu mudahnya ia lupakan serta jauhi dan semakin sulit juga untuk mendapatkan nasihat dari oranglain bahkan di sebutkan juga bahwa orang yang terkena penyakit hati adalah orang yang paling jauh dengan Al Qur’an. Itulah efek dahsyat dari penyakit hati, jadi sobat pio tatkala islam sendiri telah mensyariatkan untuk banyak tersenyum dan melarang banyak tertawa. Karena sesuatu yang berlebihan itu tudaklah baik.
Oke sobat pio sekian artikel dari kami, semoga bermanfaat dan menambah pengetauan kalian.
                                   
         
Sumber : www.islampos.com

Keutamaan Salat Shubuh


Halo sobat pio, gimana kabarnya? baik bukan? tentunya kalian sudah tidak asing dengan kata shubuh, yang setiap hari kita menjalaninya. Sobat pio juga tahu, bahwa shubuh  merupakan salah satu salat dari 5 waktu salat wajib yang diperintahkan Allah SWT.
Sebagaimana Allah Ta’ala dalam firmannya,
            “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) shubuh. Sesungguhnya shalat shubuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al-Isra’: 78)
Meski wajib, saat ini sangat sedikit kaum muslim yang melakukannya. Betapa banyaknya kaum muslimin yang lalai dalam mengerjakan salat Shubuh ini. Bahkan mereka lebih memilih melanjutkan tidurnya ketimbang salat Shubuh. Padahal banyak sekali keutamaan-keutamaan bagi orang yang mau mengerjakan salat shubuh. Berikut ini adalah keutamaan salat shubuh:
1.      Menjadi Salah Satu Penyebab Masuk Surga
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
 “Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu salat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga,” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635).
2.      Sebagai Penghalang Masuk Neraka
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar),” (HR. Muslim no. 634).
3.      Berada di Dalam Jaminan Allah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
 “Barangsiapa yang shalat shubuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Alla
h pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya diatas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)
4.      Salat Subuh Akan Dihitung Seperti Salat Semalam Penuh
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
 “Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya,” (HR. Muslim no. 656).
5.      Salatmu Akan Disaksikan Para Malaikat
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
 “Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (shubuh),” (HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)
            Demikianlah keutamaan yang akan sobat pio dapatkan jika tidak melewatkan salat shubuh yang kaya akan pahala ini. Sekian dulu ya sobat pio, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua.
Sumber : www.islampos.com

Keutamaan di Bulan Rajab


Hai sobat pio, masih semangatkah kalian di hari ini. Tentu kita harus selalu semangat ya, sebab bulan ini adalah bulan Rajab. Apa sih sebenarnya bulan Rajab ini? Sekilas mungkin kalian tahu makna bulan Rajab, namun kali ini kita akan mengupas hingga tuntas mengenai bulan Rajab. Tahukah kalian bahwa bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah. Empat bulan tersebut antara lain Rajab, Muharram, Dhulqoddah dan Dzulhijjah. Pada bulan Rajab ini kita dianjurkan untuk banyak melakukan amalan-amalan yang baik seperti puasa, berdzikir, dan amalan lain yang mendekatkan diri kepada Allah, sebab ibadah yang dilakukan pada bulan ini dilipatgandakan pahalanya. Tahu nggak sih kalian, dalam suatu hadist menyebutkan bahwa bulan Rajab merupakan bulan tuli. Kenapa?? Karena pada bulan rajab, para malaikat tidak mencatat kejelekan orang Islam, justru mereka sibuk mencatat kebaikan orang Islam. Sebab pada bulan ini, orang  Islam sibuk berbuat kebaikan.
Nah sobat pio, tentu kita ketahui bahwa bulan Rajab identik dengan puasa. Amalan puasa pada bulan ini tentu memiliki pahala yang besar. Pahala puasa setiap harinya dihitung satu bulan kebaikan. Dalam hadist juga disebutkan bahwa puasa dalam bulan Rajab selama 2 hari maka akan mendapat kemuliaan di sisi Allah, puasa 7 hari maka akan ditutupkan 7 pintu neraka, sedangkan puasa 8 hari maka akan dibukakan 8 pintu surga. Nah, banyak sekali bukan pahala yang kita dapatkan apabila kita memperbanyak amalan ibadah. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua ya. Sekian dan terima kasih.
Sumber : Hadi Santosa

Jilbab or Hijab


       

Assalamu’alaikum WR. WB

 Hai sobat,, bagaimana kabar kalian?, semoga baik-baik saja.
     Tentu sudah tidak asing lagi bagi kita tentang namanya Jilbab, hampir seluruh kaum muslim perempuan memakai Jilbab atau yang sering kita sebut Hijab, apa sih arti sesungguhnya dari kata-kata tersebut
Apa Itu Hijab?
     Hijab (bahasa Arab: حجاب ħijāb) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang. Pada beberapa negara berbahasa Arab serta negara-negara Barat, kata “hijab” lebih sering merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim. Namun dalam keilmuan Islam, hijab lebih tepat merujuk kepada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama.
     Ada yang menyatakan juga bahwa setiap jilbab adalah hijab, tetapi tidak semua hijab itu jilbab, sebagaimana yang tampak. Seperti dijelaskan di atas, hijab berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi, dengan kata lain al-Hijab adalah benda yang menutupi sesuatu.
     Hijab menurut Al Quran artinya penutup secara umum, bisa berupa tirai pembatas, kelambu, papan pembatas, dan pembatas atau aling-aling lainnya. Memang terkadang kata hijab dimaksudkan untuk makna jilbab.
     Adapun makna lain dari hijab adalah sesuatu yang menutupi atau menghalangi dirinya. Di indonesia sendiri ada banyak macam-macam hijab.
Apa itu Jilbab?
     Jilbab (Arab: جلباب ) adalah busana muslim terusan panjang menutupi seluruh badan kecuali tangan, kaki dan wajah yang biasa dikenakan oleh para wanita muslim. Penggunaan jenis pakaian ini terkait dengan tuntunan syariat Islam untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat atau dikenal dengan istilah hijab (dalam arti seperti ditunjukkan dalam pengertian hijab di atas).
     Jadi, jilbab ialah pakaian yang longgar dan dijulurkan ke seluruh tubuh hingga mendekati tanah sehingga tidak membentuk lekuk tubuh. Hal ini tertuang dalam perintah Allah dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 59: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka…”
     Secara terminologi, dalam kamus yang dianggap standar dalam Bahasa Arab, jilbab berarti selendang atau pakaian lebar yang dipakai wanita untuk menutupi kepada, dada dan bagian belakang tubuhnya.
     Dapat kita ambil kesimpulan bahwa jilbab pada umumnya adalah pakaian yang lebar, longgar dan menutupi seluruh bagian tubuh. Sedangkan hijab adalah sesuatu pembatas atau aling-aling yang menutupi aurat. Memang terkadang kata hijab dimaksudkan untuk makna jilbab.
Apa itu Khimar?
&nbsp
;    Khimar atau khumur atau kerudung/kudung di dalam Al-Qur’an disebut dengan istilah khumur, sebagaimana terdapat pada surat An Nuur ayat 31: “Hendaklah mereka menutupkan khumur (kerudung-nya) ke dadanya. (An Nuur :31)      ”
      Khimar menutupi kepala, leher dan menjulur hingga menutupi dada wanita dari belakang maupun dari depan (termasuk menutupi tulang selangka).
     Khimar merupakan pakaian atas atau penutup kepala. Desain pakaian ini yaitu menutupi kepala, leher dan menjulur hingga menutupi dada wanita dari belakang maupun dari depan (termasuk menutupi tulang selangka).
      Khimar ini tidak diikatkan ke leher seperti kerudung, karena jika hal tersebut dilakukan, maka akan memperjelas bentuk lekuk dada dari wanita. Jadi khimar harus menjulur lurus kebawah dari kepala ke seluruh dada tertutupi.
     Khimar seringkali disebut kerudung, tapi sebenarnya berbeda. Perintah Khimar terdapat dalam QS An-Nur ayat 31. Khimar adalah apa yang dapat menutupi kepala, leher dan dada tanpa menutupi muka.
Apa beda Khimar dan Kerudung atau Kudung?
     Kerudung hampir mirip dengan khimar, namun kerudung tidak dianjurkan dalam Islam. Sebab, desain kerudung cuma sebagai penutup kepala saja. Kerudung yang hanya sebagai penutup kepala, tidak sepanjang khimar yang mampu menutupi dada wanita sekaligus.
     Kerudung hanya menutup kepala atau leher saja, akan tetapi bentuk lekuk tubuh pada bagian leher dan dada masih terlihat.
     Demikian sobat sedikit bahasan tentang  Perbedaan Hijab, Jilbab, Khimar Dan Kerudung yang semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin
     Wassalamu’alaikum WR. WB

Fasta Biqul Khoirot


Fasta Biqul Khoirot

     Assalamu’alaikum WR WB
     Hai sobat pion, semoga kabar kalian baik-baik saja.
     Sering kita mendengar kata “Fastabiqul Khoirot” yang artinya berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan, tapi banyak yang menyalah artikan definisi tersebut. Banyak orang melakukan hal kebaikan ditujukan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dengan sesamanya dengan tujuan untuk saling menampakan diri agar lebih terlihat baik dari yang lainnya. Misalnya seseorang yang melaksanakan ibadah jamaah sholat  di masjid setiap hari, menurut pandangan seseorang orang tersebut dianggap orang yang alim, akan tetapi niat orang tersebut untuk memamerkan kebaikannya di depan banyak orang. Perbuatannya yang berlomba-lomba dalam kebaikan itu terkesan baik  akan tetapi penempatan maksud dan tujuannya yang kurang tepat dalam penerapannya.

     Nah, dari hal itu mari kita luruskan maksud berlomba-lomba dalam kebaikan tersebut. Kebaikan yang dimaksud pasti kebaikan yang sesuai dengan perintah Allah, banyak contoh di sekitar kita dari “Fastabiqul Khoirot” seperti menolong sesama dengan tanpa pamrih, menjadi contoh yang baik bagi teman sebaya, dalam mengerjakan soal ulangan harus dengan jujur anti menyontek, sebagai seorang pemimpin oraganisasi atau kelas bisa berlaku jujur dan adil dan masih banyak lagi. Dari contoh tersebut mari kita perbaiki diri kita masing-masing untuk lebih semangat melaksanakan kebaikan dan tanpa berniat untuk dipamerkan kepada yang lain. 
    Sekian artikel yang dapat kami berikan, semoga membuahkan manfaat, maslahah, barokah yang sebesar-besarnya. Amin.
     Wassalamu’alaikum WR WB

Hukum Ruqyah


Hukum Ruqyah

بسم الله الرحمن الرحيم

Hai sobat pion, sering kali kita menjumpahi yang namanya kesurupan atau gangguan jiwa karena pengaruh makhluk halus dan pengobatannya melalui beberapa metode.
Salah satu cara untuk mengobati penyakit di dalam Islam adalah dengan melakukan ruqyah. Ruqyah adalah bacaan yang diucapkan untuk mengobati suatu penyakit atau gangguan yang menimpa orang, hewan, atau benda. Penggunaan ruqyah telah dikenal luas oleh manusia bahkan sejak sebelum Islam datang.

Dari segi hukum syariat, ruqyah ada dua jenis, yaitu: ruqyah yang diperbolehkan dan ruqyah yang dilarang. Bagaimana ruqyah yang diperbolehkan dan bagaimana pula ruqyah yang tidak diperbolehkan? Berikut ini penjelasannya.

Pada dasarnya, ruqyah itu diperbolehkan di dalam Islam. Dari ‘Auf bin Malik Al Asyja’i radhiallahu ‘anhu, Rasulullahصلى الله عليه وسلمbersabda:

اعرضوا علي رقاكم، لا بأس بالرقى ما لم يكن فيه شرك

“Tampakkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Tidak ada masalah dengan ruqyah selama tidak ada padanya kesyirikan.” [HR Muslim (2200)]

Selain itu, Rasulullahصلى الله عليه وسلم pernah meruqyah orang lain dan juga pernah diruqyah. Begitu pula para sahabat pernah melakukannya pada masa Rasulullah صلى الله عليه وسلم hidup.

Ruqyah bagaimanapun bentuknya diperbolehkan sepanjang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

1. Bacaan yang digunakan di dalam ruqyah berasal dari Al Qur`an ataupun  dari doa-doa yang berasal dari hadits yang shahih atau ucapan-ucapan yang mubah.

2. Bacaan yang diucapkan tidak menyelisihi syariat, seperti doa kepada selain Allah, meminta pertolongan kepada jin, dan yang semisalnya.

3. Bacaan yang diucapkan haruslah menggunakan bahasa yang dapat dipahami. Jika bacaannya tidak dapat dipahami seperti bacaan mantra dan perdukunan, maka hal ini tidak diperbolehkan.

4. Tidak boleh meyakini bahwa ruqyah itu bisa menyembuhkan dengan sendirinya tanpa ada kehendak dari Allah. Wajib untuk meyakini bahwa ruqyah itu hanyalah sebab saja yang tidak akan bermanfaat melainkan dengan izin dari Allah ‘azza wa jalla.

Adapun jika suatu ruqyah tidak memenuhi salah satu dari syarat-syarat di atas, maka ruqyah tersebut hukumnya menjadi haram bahkan bisa menjadi syirik.

Semoga bermanfaat sobat!!!!
والحمد لله رب العالمين

Sumber: Disadur dengan perubahan seperlunya dari kitab I’anatul Mustafid karya Syaikh Shalih Al Fauzan hafizhahullah dan Al Qaulul Mufid karya Syaikh Muhammad Al Utsaimin rahimahullah.

JUM’AT istimewa


ada apa dihari jum’at ??
Bisa dikatakan hari jum’at adalah hari yang penuh berkah (istimewa) diantara deretan 7 hari yang lain. jum’at memang istimewa namun tidak selayaknya kita berlebihan untuk menanggapinya. Dalam arti, hari jum’at lebih baik kita utamakan untuk beribadah, misalnya :berdoa ,membaca surat-surat pendek ,berdzikir, dan lain-lain.
hari jum’at penuh berkah, kita akan menguraikan keutamaan hari jum’at yang membuat istimewa, semoga dengan memahami keutamaannya, dapat menumbuhkan semangat kita dalam beribadah.
Berikut keutamaan hari jum’at  

  • Hari yang paling mulia
    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
    “Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya.”
    (HR. Muslim)  
  • Hari yang menghapuskan dosa-dosa Dari Salman beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda:
    لا يغتسل رجل يوم الجمعة ويتطهر ما استطاع من طهر ويدهن من دهنه أو يمس من طيب بيته ثم يخرج فلا يفرق بين اثنين ثم يصلي ما كتب له ثم ينصت إذا تكلم الإمام إلا غفر له ما بينه وبين الجمعة الأخرى 

    Artinya :
    Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jum’at dan bersuci dengan sebaik-baik bersuci, lalu ia meminyaki rambutnya atau berparfum dengan minyak wangi, kemudian ia keluar (menunaikan sholat Jum’at) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk), kemudian ia melakukan sholat apa yang diwajibkan atasnya dan ia diam ketika Imam berkhutbah, melainkan segala dosanya akan diampuni antara hari Jum’at ini dengan Jum’at lainnya. (HR Bukhari)

  • waktu yang mustajab untuk berdoa
    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari jum’at lalu beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    “Di hari jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.”
    Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari Muslim)
  • Hari Jum’at, Dipadamkannya Api Neraka
    Jahannam itu dinyalakan, yaitu dikobarkan apinya setiap hari dalam sepekan kecuali pada hari Jum’at.Yang mana hal ini sebagai (salah satu bentuk) pemuliaan terhadap hari yang agung ini. (Lihat Zaadul Ma’ad I/387).
  • Meninggal pada hari Jum’at atau malamnya merupakan tanda-tanda khusnul khotimah.
    Dimana orang yang wafat pada hari ini akan aman dari siksa kubur dan dari pertanyaan dua Malaikat. Dari Ibnu ’Amr radhiyallahu ’anhuma beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,
    ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة إلا وقاه الله تعالى فتنة القبر
    Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau pada malam Jum’at, kecuali Alloh Ta’ala lindungi dari fitnah kubur.” (R Ahmad dan Turmudi, dishahihkan oleh al-Albani).

    Amalan-amalan hari jum’at :
    1. Memperbanyak sholawat
    2. Membaca surat al kahfi
    3. Amalan-amalan sholat jum’at 
    4. Berdzikir
    5. Bersedekah

    Semoga menumbuhkan semangat untuk melaksanakan ibadah dan memberikan sedikit manfaat, kesempurnaan hanya milik Allah swt dan apabila ada kesalahan dalam artikel ini saya mohon maaf .


Sejarah dan Makna Idul Adha
Hai Sobat pio, sebentar lagi hari raya Idul Adha akan menyambut kita bersama. Selama ini kita tidak tahu menahu akan arti dan sejarah Idul Adha. Padahal ini hari raya kita yang mayoritas umat islam. Mari kita pelajari dan sadari hal tersebut bersama-sama.
Idul adha adalah momen hari raya Islam (10 Dzulhijjah) yang memberikan makna dan pengertian berupa nilai-nilai pengorbanan yang diangkat dari sejarah dan kisah nabi Ibrahim serta anaknya Ismail.
Sebelum kita mengulas sejarah Idul adha atau yang dikenal juga dengan sebutan hari raya kurban dan hari raya haji, maka izinkanlah kami untuk kembali memperkenalkan 3 tokoh sentral yang memiliki peran besar dalam proses penciptaan sejarah yang agung ini.
Yang pertama adalah nabi Ibrahim. Beliau dikenal dengan sebutan al-khalil (Kekasih Allah) adalah salah satu rasul ulul azmi. Yaitu Rasul yang mendapatkan keistimewaan berupa mukjizat sebagai bukti akan kerasulannya.
Ibrahim adalah sosok yang menjadi ikon utama dalam momentum sejarah umat Islam. Dimulai dari proses pencarian Tuhan yang Maha Esa (Monoteisme), Penyebaran keyakinan untuk menyembah Allah sebagai satu-satunya Tuhan, prosesi pembangunan ka’bah, sampai dengan terciptanya ibadah haji dan hari raya idul adha.
Tokoh sentral kedua adalah nabi Ismail yang tidak lain merupakan anak dari Ibrahim yang diperolehnya dari Siti Hajar. Ismail dalam sejarah idul adha digambarkan sebagai seorang anak yang memiliki tingkat keyakinan dan keteguhan hati yang mantap dan luar biasa.
Bagaimana tidak, diusianya yang masing tergolong anak-anak, namun beliau begitu setia dengan permintaan ayahnya dan perintah Tuhan untuk dijadikan Kurban (disembelih). Yang tidak lain bahwa perintah Tuhan tersebut hanyalah bentuk pengujian keimanan baik kepada Ibrahim sendiri maupun kepada Ismail.
Tokoh sentral yang ketiga adalah Hajar yang merupakan istri kedua Ibrahim yang awalnya merupakan seorang budak. Hajar adalah ibunda Ismail, dan ia adalah teladan bagi banyak wanita tentang bagaimana mentaati suami, mentaati perintah Tuhan, dan menyayangi anaknya. Hajar merupakan tokoh sejarah yang mengawali terbentuknya kota Mekkah.
Kalian pasti ingat sebagaimana disebutkan dalam sejarah suatu ketika Hajar harus berkeliling antara bukit Safa dan Marwah demi mendapatkan pertolongan dan air minum bagi anaknya Ismail yang sedang kehausan.
Kemudian dengan mukjizat Allah, maka keluarlah air zam-zam yang seiring dengan perkembangan zaman, tempat itu kemudian menjadi tempat yang subur, banyak ditinggali pendudukan, hingga sampai dengan saat ini kita mengenal tempat itu dengan sebutan kota Mekkah.
Itulah tiga tokoh sentral yang mengawali berbagai sejarah besar dalam umat Islam termasuk idul adha. Lalu bagaimana sejarah idul adha itu terbentuk?
Ibrahim dikenal sebagai manusia dengan tingkat keimanan yang luar biasa. Hal ini tak mengherankan karena beliau telah memulai proses pencarian kebenaran akan keberadaan Tuhan sejak kecil. Sehingga ketika diangkat menjadi nabi dan rasul ulul azmi, beliau juga mendapat gelar al-khalil atau kekasih Allah, sebagaimana kami sebutkan di atas.
Lantas kemudian muncul pertanyaan dari para malaikat, kenapa Allah memberinya gelar al-khalil. Para malaikat tersebut menginginkan pembuktian, maka Allah memberikan Ibrahim ujian besar sebagai bentuk ketaatan dan keimanan Ibrahim.
Dalam kitab Misykatul Anwar disebutkan bahwa konon, Nabi Ibrahim memiliki kekayaan 1000 ekor domba, 300 lembu, dan 100 ekor unta. Riwayat lain mengatakan, kekayaan Nabi Ibrahim mencapai 12.000 ekor ternak. Ini merupakan jumlah yang sangat besar sehingga bisa dikatakan bahwa Ibrahim adalah seorang milioner pada zamannya. Tentu saja kekayaan tersebut tidak menjadikan Ibrahim sombong apalagi lupa akan posisi dirinya sebagai hamba Allah.
Ketika pada suatu hari, Ibrahim ditanya oleh seseorang “milik siapa ternak sebanyak ini?” maka dijawabnya: “Kepunyaan Allah, tapi kini masih milikku. Sewaktu-waktu bila Allah menghendaki, aku serahkan semuanya. Jangankan cuma ternak, bila Allah meminta anak kesayanganku Ismail, niscaya akan aku serahkan juga. Demikianlah perkataan Ibrahim yang mendatangkan pembuktian kemurniaan iman dan taqwa dari Allah.
Lewat sebuah mimpi, Allah meminta Ibrahim untuk menyembelih anaknya sebagai bentuk pengorbanan dan ketaatan kepada Allah. Sontak kemudian Ibrahim terbangun dan kaget setengah mati. Inikah ujian sebenarnya dari Tuhan?
Namun ketika memantapkan hatinya, akhirnya Ibrahim siap. Dan ketika ia menceritakan kepada sang anak (Ismail) atas perintah ini, alangkah kagetnya Ibrahim bahwa anaknya begitu siap tanpa penolakan. Ismail berkata, “jika itu adalah perintah dari Tuhan, maka lakukanlah”.
Luar biasa, sebuah keimanan dan ketaqwaan serta kemantapan hati yang jarang akan kita temui di zaman sekarang. Namun apakah Ismail jadi disembelih?
Tentu saja tidak. Allah hanya ingin memperlihatkan kepada para malaikat bahwa gelar al-khalil yang diberikan kepada Ibrahim bukanlah tanpa alasan.
Maka kemudian proses penyembelihan itu diganti oleh Allah dengan seekor domba yang dagingnya dbagikan kepada fakir miskin. Inilah yang kemudian menjadi sejarah lahirnya idul nahr atau hari raya kurban dan kita mengenalnya sebagai idul adha.
Ada beberapa hikmah yang bisa dijadikan pelajaran penting dari sejarah idul adha ini, yaitu
# Keimanan
Manusia yang memiliki keteguhan iman seperti Ibrahim tidak akan tergoda dengan keberlimpahan harta maupun kedudukan yang menjadi karunia Tuhan. Lihatlah bagaimana Ibrahim bahkan rela mengorbankan harta yang paling berharga dalam hidupnya, yaitu anaknya Ismail, semata-mata karena ketaatan dan keimanan yang tinggi kepada Allah.
Mampukah kita memiliki daya keimanan yang kuat seperti itu? Saya kira hanya diri anda yang mampu menjawabnya. Anda tentu saja tak harus mengorbankan anak atau apapun. Karena inti dari pelajaran yang ingin diberikan Ibrahim adalah bahwa keimanan tidak bisa ditawar apalagi ditukar dengan harta benda dan segala atribut yang sifatnya hanyalah sementara.
# Ketaqwaan
Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran bahwa yang dimaksud dengan taqwa adalah meyakini akan keberadaan sesuatu yang gaib. Meyakini tidaklah sekedar dalam hati, melainkan dengan lisan dan perbuatan juga. Inilah ketaqwaan yang ditunjukan Ismail.
Dirinya begitu ridha, bahwa jika itu memang perintah Tuhan, maka beliau siapa menerima bahkan jika nyawa yang menjadi taruhannya.
Mungkin sekian yang dapat kita bahas, semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan kita semua. Aaaaamminnnnnnn 

Rahasia Sholat Dhuha



Ibadah mu juga, usahamu sobat !!
sejak terbitnya matahari sampai menjelang datangnya shalat dzuhur adalah waktu untuk melaksanakan ibadah sunah yaitu sholat dhuha.
pada sebuah hadist dari Rasulullah SAW yang menerangkan akan kebaikan pahala di dalam menjalankan ibadah sholat dhuha itu sendiri.
“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).

Beberapa keutamaan dan hikmah melaksanakan sholat dhuha :

  • Sholat Dhuha Adalah Sedekah
  • Orang yang Sholat Dhuha Akan Diampuni Dosa-Dosanya
  • Sholat Dhuha Investasi Amal Cadangan
  • Dicukupi Rejeki Dan Kebutuhan Hidupnya
  • Pahala Haji Dan Umrah
Sholat dhuha untuk kesehatan
Meraih sehat tidak hanya dengan cara berolahraga, tapi bisa diraih lewat beribadah, salah satunya dengan ibadah sholat dhuha.

Rasulullah Saw bersabda “Sholat dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat berbaringnya.” (HR. Muslim).

Oleh karena itu pada waktu-waktu tersebut kita membutuhkan peregangan untuk kesiapan kita menyongsong hari penuh tantangan. Caranya adalah dengan melaksanakan shalat Dhuha.
Selain sebagai peregangan untuk menyongsong hari yang penuh tantangan, Shalat Dhuha mampu menghilangkan resiko stress yang timbul karena kesibukan yang kita lalui. Dengan melaksanakan Shalat Dhuha kita istirahat sejenak dari segala aktifitas sehingga kita merasa rilek dan stres pun terhindarkan.

Marilah sobat, kita amalkan Sholat Dhuha sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah Swt dan rasakan manfaatnya yang luar biasa bagi kesehatan!